Minggu, 4 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Nasyiatul Aisyiyah Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Perempuan Berwawasan Lingkungan

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Nasyiatul Aisyiyah Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Perempuan Berwawasan Lingkungan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Bendahara Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata, Pimpinan Pusat (MEBP PP) Muhammadiyah, Ahmad Syauqi Soeratno mendorong perempuan muda, khususnya kader Nasyiatul Aisyiyah, untuk mengambil peran strategis dalam isu lingkungan, hingga kebijakan publik di tingkat daerah maupun nasional.

Hal tersebut disampaikan Syauqi saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Internasional bertajuk “From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Sabtu (16/5).

Dalam pidatonya, Syauqi menyoroti tiga isu utama terkait kepemimpinan perempuan muda dan kontribusinya terhadap pembangunan bangsa. Menurutnya, perempuan muda memiliki energi, moralitas, serta gagasan progresif yang sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan dan sosial di Indonesia.

“Perempuan muda memiliki energi, moralitas, dan ide-ide besar, terutama ketika mereka bergerak bersama dalam gerakan progresif seperti Nasyiatul Aisyiyah,” ujarnya.

Syauqi yang saat ini dipercayai sebagai Anggota DPD RI DIY, menilai keterlibatan perempuan muda dalam program lingkungan dan kehutanan sosial sangat penting. Ia bahkan mendorong adanya kolaborasi lebih erat antara Nasyiatul Aisyiyah dengan lembaga nasional dan pemerintahan khususnya Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Baginya, banyak persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini berkaitan dengan konflik agraria, pengelolaan lahan, dan kehutanan. Persoalan-persoalan tersebut, kata dia, kerap muncul dalam pengaduan masyarakat yang diterima Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI.

Lebih lanjut, Syauqi menilai kader Nasyiatul Aisyiyah juga memiliki potensi besar untuk terlibat dalam proses penyusunan hingga pengawasan kebijakan publik di daerah. Dalam konteks ini, ia menyebut perempuan muda dapat menjadi pemimpin akar rumput yang memahami persoalan lokal sekaligus mampu memperjuangkan solusi bagi masyarakat.

“Perempuan muda, Nasyiatul Aisyiyah tentu memahami persoalan lokal dan komunitas. Mereka bahkan juga memiliki determinasi yang kuat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Syauqi turut mengungkapkan optimismenya terhadap lahirnya pemimpin-pemimpin nasional dari rahim Nasyiatul Aisyiyah di masa mendatang. Ia menilai organisasi perempuan muda Muhammadiyah ini merupakan ruang strategis dalam membangun kepemimpinan perempuan di Indonesia.

“Kita bermimpi suatu saat nanti Indonesia semakin banyak memiliki pemimpin nasional dari kalangan perempuan, dan Nasyiatul Aisyiyah adalah salah satu tempat terbaik untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan bagi bangsa ini,” tuturnya.

Di akhir pidatonya, Syauqi mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk memperkuat kolaborasi dan tidak terjebak dalam konflik maupun persaingan yang tidak produktif.

“Ini bukan waktunya saling bermain satu sama lain. Ini waktunya bersatu dan memastikan bahwa negara yang kaya ini, negara Indonesia benar-benar dimiliki oleh anak-anak bangsa,” tegasnya.

Seminar internasional ini menjadi ruang penting bagi perempuan muda untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, sekaligus merumuskan langkah konkret dalam mendorong keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Melalui forum tersebut, PP Nasyiatul Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kader-kader perempuan muda yang tidak hanya aktif di tingkat akar rumput, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengambilan kebijakan publik demi terwujudnya masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan