MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA – Muhammadiyah menganugerahkan Tarjih Award kepada KH Mas Mansur sebagai bentuk penghormatan atas jasa perjuangan dan warisan pemikirannya yang terus menginspirasi Persyarikatan. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas peran KH Mas Mansur sebagai ulama dan negarawan yang memberikan warna penting dalam perjalanan Muhammadiyah.
Penganugerahan Tarjih Award berlangsung dalam rangkaian Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (11/11). Penghargaan diberikan atas kontribusi KH Mas Mansur sebagai salah satu peletak dasar ijtihad kolektif Muhammadiyah sekaligus Ketua Majelis Tarjih pertama pada 1927.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustadi Hamsah, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Munas Tarjih XXXIII di Surabaya memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan KH Mas Mansur. Pemilihan kota tersebut menjadi momentum untuk menyambungkan kembali legasi tokoh asal Surabaya itu dengan perkembangan gerakan Muhammadiyah.
“Surabaya ini dalam rangka napak tilas atau menyambungkan legasi KH Mas Mansur sebagai putra Surabaya, sebagai Pahlawan Nasional, yang juga merupakan peletak dasar tarjih di Muhammadiyah sekaligus Ketua Majelis Tarjih yang pertama tahun 1927,” ungkap Ustadi.
Menurutnya, semangat KH Mas Mansur dalam menggerakkan Muhammadiyah dan bangsa perlu terus dihidupkan. Ia berharap gagasan dan perjuangan tokoh tersebut dapat menginspirasi Muhammadiyah untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Penyerahan piagam penghargaan diberikan kepada keluarga besar KH Mas Mansur yang diwakili oleh Abdan Fikri. Prosesi penyerahan dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ustadi Hamsah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Sukadiono, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Mundakir.
Penganugerahan ini menegaskan penghargaan Muhammadiyah terhadap jejak pengabdian KH Mas Mansur dalam membangun tradisi pemikiran keislaman. Perannya dalam meletakkan dasar ijtihad kolektif menjadi bagian penting dari sejarah tarjih sebagai ikhtiar Muhammadiyah dalam merumuskan pandangan keagamaan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah.






