Senin, 5 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Luncurkan Buku “Sosok Diplomat Partikelir”, Tegaskan Diplomasi Kemanusiaan untuk Perdamaian Dunia

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah Luncurkan Buku “Sosok Diplomat Partikelir”, Tegaskan Diplomasi Kemanusiaan untuk Perdamaian Dunia

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan buku Sosok Diplomat Partikelir Muhammadiyah karya Sudibyo Markus di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (17/6).

Peluncuran buku ini menjadi momentum penting untuk mendiseminasikan gagasan diplomasi kemanusiaan sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam membangun perdamaian dan solidaritas global.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, yang menegaskan pentingnya kontribusi Muhammadiyah dalam memperluas jejaring kemanusiaan internasional serta memperkuat diplomasi masyarakat sipil di tingkat global.

Selanjutnya, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Imam Addaruqutni, menyampaikan bahwa organisasi keagamaan memiliki posisi strategis dalam mendorong dialog, kerja sama internasional, dan upaya-upaya perdamaian yang berkelanjutan.

Sesi bedah buku dipandu oleh Duta Besar Yuli Mumpuni Widarso dan menghadirkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari, serta Andi Azhar, dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Keduanya mengulas berbagai gagasan, pengalaman, serta kontribusi yang dituangkan Sudibyo Markus dalam buku tersebut.

Peluncuran buku ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PP Muhammadiyah, akademisi, diplomat, aktivis kemanusiaan, mahasiswa, serta perwakilan berbagai lembaga dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap isu kemanusiaan, perdamaian, dan hubungan internasional.

Buku Sosok Diplomat Partikelir Muhammadiyah merekam perjalanan panjang Sudibyo Markus dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan lintas negara. Melalui konsep “diplomasi partikelir”, buku ini menunjukkan bagaimana aktor-aktor masyarakat sipil dapat mengambil peran dalam membangun dialog, menjembatani berbagai kepentingan, serta mendukung upaya perdamaian di sejumlah kawasan konflik, termasuk Gaza dan Mindanao.

Dalam diskusi, para narasumber menegaskan bahwa diplomasi pada era kontemporer tidak lagi menjadi domain eksklusif negara. Organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, maupun individu yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal dapat berkontribusi dalam membangun perdamaian dunia.

Pengalaman yang dituangkan dalam buku ini menunjukkan bahwa kerja-kerja kemanusiaan mampu membuka ruang komunikasi, membangun kepercayaan, dan menghadirkan solusi di tengah berbagai situasi yang kompleks. Karena itu, diplomasi kemanusiaan menjadi salah satu instrumen penting dalam merawat perdamaian dan memperkuat solidaritas antarbangsa.

Peluncuran buku ini juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memperkaya khazanah pemikiran serta memperkuat kapasitas kader dalam memahami berbagai isu global. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Muhammadiyah agar aktif terlibat dalam diplomasi publik, gerakan kemanusiaan, dan berbagai inisiatif pembangunan perdamaian dunia.

Tinggalkan Balasan