MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pembelajaran pada jenjang pendidikan anak usia dini membutuhkan lingkungan yang aman, nyaman, dan representatif. Selain mendukung efektivitas pembelajaran, fasilitas pendidikan juga perlu terus berkembang mengikuti kebutuhan dan tantangan zaman.
Hal tersebut diwujudkan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Semesta melalui pembangunan gedung yang modern dan representatif. Serah terima gedung TK ABA Semesta dilaksanakan pada Jumat (2/10).
Hadir dalam acara tersebut Badan Pembina Harian (BPH) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sekaligus TK ABA Semesta Siti Noordjannah Djohantini beserta jajaran, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus Komisaris PT Karya Unggul Berkemajuan (KUB) Achmad Nurmandi beserta jajaran, Rektor UNISA Yogyakarta sekaligus Koordinator Pembangunan Warsiti beserta jajaran, Direktur Utama PT Karya Unggul Berkemajuan (KUB) Bagus Soebandono, serta Perencana Gedung TK ABA Semesta Priyono.
Noordjannah mengatakan, pembangunan gedung TK ABA Semesta dirancang dengan mengedepankan prinsip keindahan, efisiensi, dan keamanan. Menurutnya, pembangunan gedung untuk anak-anak memiliki karakteristik berbeda dengan bangunan yang diperuntukkan bagi orang dewasa, sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama.
“Membangun gedung TK itu berbeda dengan membangun gedung yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Jadi, penuh kehati-hatian, bagaimana standar keamanan dan kepentingan anak untuk bermain juga tetap aman,” ujar Noordjannah.
Ia berharap kehadiran TK ABA Semesta ini menjadi bagian dari transformasi TK ABA yang telah berkiprah selama hampir satu abad. Memasuki abad kedua, TK ABA diharapkan semakin berkemajuan, baik dari perspektif pendidikan, cara berpikir, maupun proses pembelajaran.
Sementara Achmad Nurmandi mengapresiasi PT KUB yang dinilai mampu menyelesaikan pembangunan gedung dalam waktu sekitar satu tahun. Menurutnya, pembangunan tersebut menunjukkan adanya semangat dan etos kerja yang tinggi dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Ia menyebut TK ABA Semesta sebagai salah satu wujud nyata semangat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam menghadirkan amal usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut, menurut Nurmandi, sejalan dengan pesan QS Ali Imran ayat 104 tentang pentingnya menghadirkan umat terbaik yang mengajak kepada kebaikan.
“Kuntum khaira ummah, itulah yang menjadi etos dari Bu Noordjannah yang semangat mengembangkan TK ABA,” kata Nurmandi.
Sementara Warsiti menegaskan, serah terima gedung TK ABA Semesta tidak semata-mata dimaknai sebagai penyerahan bangunan secara fisik. Lebih dari itu, gedung tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk berkembang menjadi generasi cerdas dan calon pemimpin masa depan.
“Serah terima ini tidak hanya dipandang secara fisik dari gedung yang megah, tetapi kami berharap dari TK ABA Semesta lahir anak-anak yang cerdas dan calon-calon pemimpin,” ujarnya.
Warsiti juga berharap TK ABA Semesta dapat menjadi model dan percontohan bagi TK ABA lainnya. Meski baru beroperasi dalam waktu yang belum lama, TK ABA Semesta telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Hal itu terlihat dari keterisian kuota peserta didik yang telah terpenuhi. (Alam)






