MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta Rofiul Wahyudi mengingatkan umat Islam agar tidak melampaui batas terhadap diri sendiri, baik melalui perilaku maupun perbuatan.
Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Jumat (02/10).
Rofiul mengatakan, perilaku melampaui batas dapat muncul dalam berbagai bentuk dan dilakukan secara sadar maupun tanpa disadari. Menurutnya, sikap tersebut dapat terlihat ketika seseorang menuduh orang lain tanpa dasar, berprasangka tanpa bukti, hingga menyakiti sesama melalui perkataan.
“Mereka tidak membunuh tapi menuduh. Mereka tidak mencuri, tapi berprasangka tanpa bukti. Mereka melukai tidak dengan senjata, tapi dengan kata-kata,” ujarnya dalam khutbah.
Ia melanjutkan, perilaku melampaui batas juga dapat muncul ketika seseorang menyalakan perselisihan di antara sesama, merendahkan orang lain, serta menggunakan kekuasaan untuk kepentingan tertentu.
“Mereka tidak membakar, tapi menyalakan bara di antara sesama. Mereka merangkul tetapi memukul. Mereka tidak menghadirkan kebenaran, tapi justru prasangka,” katanya.
Rofiul juga mengingatkan bahwa pengkhianatan terhadap amanah tidak selalu dilakukan secara langsung. Menurutnya, seseorang dapat menggeser amanah ketika kepentingan pribadi mulai menguasai tindakannya.
“Mereka tidak mengkhianati amanah dengan tangan, tapi menukar dengan kepentingan. Mereka tidak meninggikan suara, tapi merendahkan sesama. Mereka tidak mengambil hak, tapi bermain dengan kuasa,” tuturnya.
Dalam khutbahnya, Rofiul kemudian mengajak jamaah memperhatikan pesan Al-Qur’an dalam Surah Az-Zumar ayat 53–55. Ia mengutip firman Allah Swt., “Qul yā ‘ibādiyalladzīna asrafū ‘alā anfusihim lā taqnaṭū mir raḥmatillāh”, yang berarti, “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”
Menurut Rofiul, ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang telah melakukan kesalahan dan melampaui batas tetap memiliki jalan untuk kembali kepada Allah. Pada ayat berikutnya, Allah mengajak manusia untuk bertobat dan berserah diri kepada-Nya.
“Di ayat ke-54-nya Allah mengajak kepada kita untuk bertaubat. Kita diminta untuk bertaubat kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya,” jelasnya.
Ia kemudian mengingatkan pesan Surah Az-Zumar ayat 55 agar umat Islam mengikuti petunjuk terbaik yang telah diturunkan Allah.
“Wattabi‘ū aḥsana mā unzila ilaikum. Kita diminta oleh Allah mengikuti petunjuk-petunjuk di dalam Al-Qur’an,” katanya.
Karena itu, Rofiul mengajak jamaah untuk memohon bimbingan Allah agar terhindar dari perilaku yang melampaui batas terhadap diri sendiri maupun sesama.
“Mudah-mudahan kita senantiasa bermohon mendapatkan bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk tidak mengikuti atau melakukan perbuatan atau perilaku yang melampaui batas diri kita semuanya,” pungkasnya.






