MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Iduladha 1447 H, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Jogja Takbir Festival (JTFest) 2026 di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (29/5).
Rute festival dimulai dari depan Gedung DPRD DIY, menyusuri Jalan Malioboro, hingga berakhir di area display sebelah timur Museum Sonobudoyo. Mengusung tema “Muhammadiyah Jogja, Songsong Peradaban Hijau Berkemajuan”, kegiatan ini diikuti oleh 18 kafilah yang berasal dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), komunitas masjid, serta kemantren di Kota Yogyakarta.
Setelah melalui proses penilaian yang berlangsung ketat, kontingen Masjid Jogokariyan berhasil meraih Juara Umum I dengan perolehan nilai 8.405. Juara Umum II diraih oleh Masjid Jami Pertiwi dengan nilai 8.402, sedangkan Juara Umum III diraih oleh Forum Syiar Islam An Bashe dengan nilai 8.338,50.
Selain penghargaan juara umum, panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta terbaik dalam sejumlah kategori, yakni Takbir, Kostum, Irama, Display, dan Maskot.
Pada Kategori Takbir, Juara I diraih oleh AMM Jetis dengan nilai 3.867,50. Juara II ditempati AMM Gedongtengen dengan nilai 3.772,50, sementara Prisma Ashmat meraih Juara III dengan nilai 3.707,50.
Untuk Kategori Kostum, Juara I diraih oleh AMM Pakualaman dengan nilai 957. Juara II diraih oleh Forum Syiar Islam An Bashe dengan nilai 953, dan Juara III diraih oleh Masjid Wiwarajati dengan nilai 950.
Sementara itu, pada Kategori Irama, Juara I diraih oleh Masjid Jami Pertiwi dengan nilai 1.249. Juara II diraih oleh Prima Serangan dengan nilai 1.235, sedangkan Juara III kembali diraih oleh Forum Syiar Islam An Bashe dengan nilai 1.203.
Pada Kategori Display, Masjid Jogokariyan kembali menunjukkan keunggulannya dengan meraih Juara I melalui perolehan nilai 1.900. Juara II diraih oleh Wani Celeban dengan nilai 1.820, dan Juara III diraih oleh AMM Sindurejan dengan nilai 1.816.
Terakhir, pada Kategori Maskot, Juara I diraih oleh AMM Pakualaman dengan nilai 880. Posisi Juara II ditempati oleh Masjid Jami Pertiwi dengan nilai 870, sedangkan Juara III diraih oleh Masjid Jogokariyan dengan nilai 860.
Tingginya antusiasme peserta maupun masyarakat yang memadati kawasan Malioboro mendapat apresiasi dari Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Ia mengaku bangga atas terselenggaranya festival takbir yang berlangsung sangat meriah ini.
“Ini sangat luar biasa. Lebih-lebih ini pertama kalinya terselenggara di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta,” ujar Hasto.
Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani, menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam JTFest tahun ini tidak sekadar mencerminkan kreativitas peserta, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
“Di sinilah ukhuwah dirajut, syiar dikumandangkan, dan semangat kebersamaan warga Yogyakarta menyala,” ujarnya.
Keberhasilan Masjid Jogokariyan meraih Juara Umum I sekaligus mengantarkannya membawa pulang Piala Bergilir Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kesuksesan penyelenggaraan JTFest 2026 menunjukkan bahwa syiar Islam dapat disampaikan melalui berbagai sentuhan-sentuhan kreatif, inklusif, dan dapat membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain penghargaan juara umum, panitia juga menyiapkan berbagai apresiasi bagi para pemenang kategori terbaik sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas, semangat syiar, dan partisipasi aktif seluruh peserta dalam memeriahkan malam takbiran di Kota Yogyakarta. (Bhisma)






