MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Di era keterbukaan yang dimediasi digital, Muhammadiyah perlu lebih banyak untuk memproduksi narasi maupun isu yang selaras dengan agenda-agenda utama gerakan Persyarikatan.
Dorongan itu disampaikan Anggota Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Najih Farihanto pada Rabu (30/9) dalam Sekolah Cabang Ranting (SECARA) yang diadakan AMM DIY secara daring.
Najih sebagai praktisi sekaligus dosen komunikasi menjelaskan, pada era media konvensional– Muhammadiyah mungkin mengalami ketersendatan publikasi narasi, sebab komunikasi informasi masih didominasi media massa konvensional.
Tapi di era digital, ketersendatan itu seharusnya tidak berlaku lagi. Sebab masing-masing kader memiliki potensi untuk menaikkan narasi tentang Muhammadiyah melalui akun-akun media sosial masing-masing.
“Ini bagian dari menaiknya opini minoritas, mungkin sebelumnya tidak pernah narasinya naik di era konvensional itu. Tapi begitu adanya era digital, opini-opini minoritas itu memungkinkan untuk naik ke permukaan,” katanya.
Mengutip teori Spiral of Silence, Najih menerangkan, Muhammadiyah awalnya Uniq Silencer– yang jarang menaikkan isu maupun opini ke permukaan. Namun pada era digital, bahkan opini-opini kecil pun dari Muhammadiyah bisa naik ke permukaan.
Maka Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) didorong untuk membangun narasi sesuai dengan agenda-agenda Persyarikatan melalui kanal media sosial masing-masing. Sebab semua memiliki potensi untuk menaikkan narasi.
Dia menjelaskan, narasi atau opini publik kini tidak sepenuhnya dikendalikan oleh media konvensional. Situasi ini sangat berbeda dibandingkan beberapa dekade sebelumnya, di mana narasi publik erat kaitannya dengan narasi yang dibangun media konvensional.
“Selama kita memiliki akun social media, kita ini berpotensi untuk menaikkan narasi sebuah isu,” katanya.
Terkait dengan narasi Muhammadiyah di ruang digital, kata Najih, masih didominasi narasi positif. Akan tetapi masih perlu untuk diperbanyak, sehingga nilai-nilai positif Muhammadiyah dapat divibrasi lebih luas.






