Sabtu, 19 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Tutup Masa Bakti, Ariati Dina Wariskan Estafet Perjuangan kepada Generasi Terbaik NA

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Tutup Masa Bakti, Ariati Dina Wariskan Estafet Perjuangan kepada Generasi Terbaik NA

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Periode 2022-2026, Ariati Dina Puspitasari secara resmi menyerahkan roda kepemimpinan yang dinahkodainya kepada Ketua Umum baru, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030, Monica Subastia. Sabtu, (8/8) bertempat di Dwangsa Hotel by Lorin Surakarta.

Dalam pernyataan singkatnya, Ariati menyebut bahwa hasil Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) dipilih dari kader-kader terbaik NA yang telah dibina dan didik dengan baik oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode sebelumnya selama satu periode penuh.

“Rekan-rekan yang terpilih adalah kader terbaik NA dan kami sangat bangga terhadap para kader-kader yang tetap memegang teguh kekuatan iman, kokoh akhlaknya, dan juga kuat tauhidnya,” ujar Ariati.

Sementara, Ariati turut menyebutkan bahwa penyelenggaraan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berjalan sukses selama 3 hari 6-8 Agustus 2026 bebas dan bersih dari berbagai pelanggaran, termasuk pelanggaran surat edaran maupun praktik-praktik yang mengarah kepada money politik.

Selanjutnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030 menyebut bahwa tantangan dan PR Nasyiatul Aisyiyah kedepan tentu masih begitu banyak. Dalam hal ini ia menyoroti dua hal.

Pertama, bagaimana NA dapat hadir menjadi gerakan Nasyiah yang terus hadir hingga ke akar rumput. “Tanpa harus bertanya soal diksi maupun branding-branding gerakan,” katanya.

“Maka yang harus hadir adalah aksi-aksi nyata yang dapat dirasakan ditengah masyarakat luas,” tambah Monica.

Dalam hal ini Monica mengatakan bahwa langkah ini dapat dimulai dari elemen terkecil yaitu keluarga. Bagi Monica, langkah pertama yang perlu dikuatkan di periode kepemimpinannya adalah untuk terus memperkuat ketahanan keluarga.

“Bagaimana perempuan, laki-laki, suami, istri, dan anak adalah kesatuan yang terintegrasi dalam membangun ketahanan keluarga. Ekosistem paling sederhana yang paling kecil inilah menjadi salah satu ekosistem yang harus kita gerakkan di akar rumpun untuk bisa menjawab tantangan dan rencana kedepan Nasyiatul Aisyiyah,” jelasnya.

Kemudian yang kedua adalah tantangan nyata di era digital dan teknologi. Monica menyatakan, NA harus menjadi pelopo literasi digital di kalangan para perempuan muda.

“Kita harus merebut narasi di literasi digital, di media sosial. Bahwa perempuan muda tidak perlu khawatir mencari rujukan parenting, rujukan untuk melek ekonomi digital karena NA siap memberikan narasi-narasi itu di ruang digital sesuai dengan kebutuhan perempuan, yang ramah dan aman bagi perempuan,” ucap Monica dengan lugas. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan