MUHAMMADIYAH.OR.ID, MEDAN – Jangan berkecil hati, warga Muhammadiyah harus percaya diri dan bangga dengan berbagai capaian positif yang diraih Persyarikatan ini. Itu bukan sombong, sebab prestasi itu adalah penilaian orang lain.
Pesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto pada Selasa (15/9) dalam Pelantikan Dekan, Wakil Dekan, dan Kepala Biro se Universitas Muhammadiyah Sumarta Utara (UMSU) di Kampus Utama UMSU.
Termasuk prestasi UMSU sebagai perguruan tinggi Islam terbaik nomor 1 di dunia versi UniRank 2026. Prestasi ini bukan Muhammadiyah sendiri yang menilai, tapi pihak luar yang mengakui eksistensi Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).
“Kita harus senantiasa memunculkan kebanggaan-kebanggaan yang membuat kita banga. Bagaimanapun juga itu kan penilaian orang lain bukan diri kita sendiri, bahwa UMSU perguruan Islam terbaik di muka bumi ini,” katanya.
Jenjang Jabatan Bukan Pembeda di Muhammadiyah
Sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi, PTMA memiliki berbagai jenjang struktur yang bertanggung jawab sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Semua jenjang di struktur PTMA di padangan Muhammadiyah itu penting.
Tidak kemudian pejabat tertinggi di kampus atau rektor di PTMA menjadi yang paling penting. Sebab prinsip yang berlaku di Muhammadiyah adalah egaliter, maka semua sumber daya insani di semua jenjang memiliki peran penting.
“Itulah egaliternya dari Persyarikatan Muhammadiyah, tidak ada orang yang istimewa, orang khusus, semuanya tergantung pada usahanya, kerjanya, dan kontribusinya,” ungkap Agung.
Pada kesempatan ini Agung juga menyampaikan supaya staff maupun aktivis Persyarikatan hidup bersosial sebagaimana masyarakat umumnya, seperti membangun hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan seterusnya.
Bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), menurutnya meski dituntut profesional tapi juga wajib memperhatikan kesehatan, tidak hanya kesehatan badan tapi juga mental. Maka institusi perlu untuk mengukur indeks kesehatan badan dan mental.
AUM Perlu Memiliki Indeks Kebahagiaan dan Kesehatan
Para pekerja di AUM diminta bekerja secara profesional– dengan makna yang seimbang. Tidak AUM mengeksploitasi habis-habis sumber daya insaninya. Maka Institusi AUM penting untuk memiliki indeks kebahagiaan dan kesehatan pekerja.
“Dakwah di Muhammadiyah itu kan bergembira, sehingga kita sendiri harus bergembira,” pesan Agung.
Terkait dengan upah pekerja di AUM, Agung meminta supaya minimal disetarakan dengan UMR setempat. Namun jika masih ada yang di bawah UMR, dia meminta untuk segera mencari solusi. Menurutnya, upah harus diseimbangkan dengan beban kerja.
Secara lebih dalam dirinya berpesan supaya pimpinan di lingkungan AUM dapat membagi peran dengan baik, sebagai pimpinan di AUM, di keluarga, dan di masyarakat. Hal ini memerlukan manajemen waktu yang baik.





