Sabtu, 19 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Tapak Suci Perlu Sinkronkan Kependekaran dan Organisasi

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Tapak Suci Perlu Sinkronkan Kependekaran dan Organisasi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SEMARANG – Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) menggelar Muktamar XVI di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) mulai tanggal 6 hingga 9 Agustus 2026.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto dalam sambutannya menekankan tentang integrasi antara perguruan yang berbasis pada kependekaran dengan organisasi sebagai kekuatan untuk pengembangan.

“Tajdid pembaruan Tapak Suci adalah untuk mensinkronkan dan mengakomodasikan antara perguruan yang berbasis pada kependekaran dengan organisasi,” ungkapnya pada Kamis (6/8)..

Tapak Suci (TS) diminta Agung untuk membuka peluang dengan dimilikinya 24 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang sudah memiliki program studi keolahragaan.

Potensi tersebut perlu dimanfaatkan, tidak hanya untuk mencetak kader, tetapi juga mengembangkan pencak silat sebagai bidang ilmu yang dapat diteliti dan dikembangkan secara akademik.

“Ke depan, Tapak Suci perlu memperkuat kolaborasi dengan program studi olahraga maupun fakultas kedokteran di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah agar olahraga pencak silat juga berkembang sebagai bagian dari ilmu kesehatan,” ujarnya.

Agung juga berpesan supaya segera dilakukan pembenahan tata kelola organisasi melalui penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penguatan konsolidasi, serta menjaga etika dalam proses pemilihan.

“Tanwir dan Muktamar adalah momentum memilih pemimpin terbaik, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah strategis ke depan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP TSPM, Afnan Hadikusumo melaporkan, saat ini TSPM sudah berkembang di 36 provinsi seluruh Indonesia, dan sudah eksis di delapan negara.

“Tantangan ke depan semakin besar. Perubahan zaman tidak bisa dihindari sehingga organisasi harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang dimiliki,” katanya.

Selain itu, proses pemilihan juga mulai memanfaatkan teknologi digital tanpa mengurangi substansi musyawarah sebagai ciri khas organisasi.

“Musyawarah dalam Tanwir dan Muktamar bertujuan membangun kesepahaman untuk mencapai tujuan bersama. Semangat persaudaraan harus menjadi pondasi dalam membawa Tapak Suci semakin maju dan berjaya,” tegasnya.

Dalam Muktamar ke XVI TSPM ini dimulai dengan Sidang Tanwir, kemudian akan dibahas beberapa agenda meliputi penetapan rancangan program kerja PP TSPM periode 2026–2031, penyusunan rekomendasi organisasi, pembahasan perubahan AD/ART, hingga pemilihan bakal calon formatur yang akan disaring dari 67 menjadi 27 orang dan selanjutnya menjadi 9 orang.

Tinggalkan Balasan