Senin, 5 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Setelah Indonesia Merdeka, Tugas Muhammadiyah adalah Mewujudkan Cita-Cita Kemerdekaan

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Setelah Indonesia Merdeka, Tugas Muhammadiyah adalah Mewujudkan Cita-Cita Kemerdekaan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Bagi Muhammadiyah, Indonesia dengan segala kemajemukannya disepakati secara konsensus sebagai negara persatuan. Namun bagi Muhammadiyah tak hanya bersatu tapi juga maju dengan dasar Pancasila yang dilakukan lewat pembuktian-pembuktian nyata.

Hal itu merupakan pesan inti yang disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dari konsep Indonesia Negara Pancasila Darul Ahdi Wasy Syahadah yang dirumuskan dalam Muktamar ke-47 Muhammadiyah tahun 2015 di Makassar.

“Karena itu Muhammadiyah memandang penting Pancasila sebagai dasar negara itu sebagai satu bentuk tanggung jawab sejarah. Muhammadiyah ikut melahirkan Indonesia dan karena itu maka Muhammadiyah harus bertanggung jawab untuk Indonesia bisa lebih maju lagi,” kata Mu’ti pada Ahad (9/8) dalam Pengajian PDM Kabupaten Malang.

Pada masa sebelum kemerdekaan, Muhammadiyah banyak ‘mewakafkan’ kader terbaiknya untuk berjuang baik secara fisik maupun pemikiran untuk Indonesia merdeka. Tak sedikit juga kader Muhammadiyah yang bergerak melalui jalur politik seperti Presiden Sukarno, Ki Bagus Hadikusumo, dan lain sebagainya.

Muhammadiyah sejak awal– bahkan sebelum Indonesia merdeka, telah ikut berperan aktif memajukan kehidupan bangsa. Hingga kemudian merdeka, Muhammadiyah ikut mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita menyebutnya dengan negara pembuktian atau darus syahadah. Sehingga tugas kita berikutnya adalah bagaimana kita mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” imbuh Mendikdasmen RI ini.

Mu’ti menjelaskan, salah satu cita-cita kemerdekaan adalah yang termaktub dalam Pembukaan UUD ‘45 alenia keempat, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Semua usaha untuk menyelenggarakan cita-cita kemerdekaan itu dilakukan oleh Muhammadiyah, terlebih yang menonjol menurut Abdul Mu’ti adalah mencerdaskan kehidupan bangsa– yang dalam istilah Al Qur’an di antaranya adalah ulul albab.

“Ulul albab itu kalau kita baca di dalam Ali Imran (ayat) 190-191 adalah mereka yang memiliki kemampuan berpikir yang kritis, kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dengannya dia bisa belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan,” ungkap Mu’ti.

Tinggalkan Balasan