Jumat, 2 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Majelis Tabligh Siapkan Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan, Perkuat Ekonomi Jemaah

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Majelis Tabligh Siapkan Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan, Perkuat Ekonomi Jemaah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan yang diinisiasi Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tengah menyiapkan Tabligh Mart sebagai salah satu unit ekosistem ekonomi berbasis masjid.

Rancangan tersebut dipaparkan dalam pertemuan antara Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ketika bertandang ke Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan RI pada Jum’at (21/8) di Jakarta.

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal menjelaskan, pendirian koperasi merupakan bagian dari upaya mengembalikan masjid sebagai pusat pembangunan peradaban.

Sebab dalam pangan Majelis Tabligh, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan sosial, pelayanan umat, dan pemberdayaan ekonomi.

Namun demikian, orientasi ekonomi koperasi harus tetap berada dalam kerangka dakwah dan kemaslahatan. Tidak boleh menggeser fungsi utama masjid, sebaliknya harus menopang pelayanan dakwah dan meningkatkan kesejahteraan jemaah.

“Usaha yang tumbuh dari masjid harus menghadirkan keberkahan dan kemanfaatan. Keuntungan ekonomi bukan tujuan terakhir, melainkan sarana untuk memperkuat pelayanan kepada jemaah dan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Adi Hidayat menambahkan, pengembangan unit usaha harus tetap bertolak dari kebutuhan riil anggota dan jemaah.

Sosok yang akrab disapa UAH ini menjelaskan, koperasi berbasis masjid tidak boleh dibangun hanya berdasarkan konsep dari pusat tanpa memahami kondisi masyarakat di setiap daerah.

“Setiap masjid memiliki potensi, karakteristik jemaah, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, model usaha harus tumbuh dari kebutuhan masyarakat, tetapi tetap berada dalam sistem dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan perwakilan dari UKP, Napitupulu Yogi Yusuf, pengembangan koperasi harus dimulai dari pemetaan kebutuhan dan potensi anggota serta jemaah di lingkungan masjid.

Pendekatan dari bawah atau bottom-up diperlukan agar unit usaha yang dibangun sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat. Diharapkan, pendekatan tersebut, setiap masjid tidak harus mengembangkan unit usaha yang seragam.

Sedangkan, Ketua Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan, Waluyo menambahkan, Tabligh Mart tidak dirancang sekadar sebagai toko ritel. Unit usaha tersebut akan menjadi pintu masuk untuk membangun jaringan ekonomi jemaah yang dikelola secara kolektif, profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Dalam acara itu, UKP Bidang Ekonomi Perbankan RI memberikan dukungan ke Majelis Tabligh PP Muhammadiyah sebesar Rp. 500.000.000 untuk mempercepat pengembangan Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan