Sabtu, 19 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

IMM Harus Jadi Ruang Tumbuh bagi Kader Menghadapi Tantangan Zaman

Oleh timredaksi 2 Menit Min
IMM Harus Jadi Ruang Tumbuh bagi Kader Menghadapi Tantangan Zaman

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib menekankan pentingnya memberikan ruang dan tantangan bagi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk terus berproses. Menurutnya, proses kaderisasi menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang mampu menghadapi berbagai persoalan di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Irwan Akib dalam sambutannya pada Pengukuhan Pengurus Wilayah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Periode 2026–2031 yang digelar di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Senin (24/8).

Menurut Irwan, kader IMM perlu terus diberikan kesempatan untuk menghadapi berbagai tantangan. Sebab, tanpa proses dan pengalaman yang cukup, kader akan kesulitan ketika menghadapi persoalan yang lebih kompleks di kemudian hari.

“Kalau tidak berproses, itu menjadi masalah di kemudian hari. Sehingga pembinaan IMM di kampus saya kira menjadi suatu hal penting yang perlu dilaksanakan,” ujar Irwan.

Ia menilai, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini semakin kompleks. Dalam kondisi tersebut, keberadaan IMM, khususnya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), perlu terus diperkuat agar kader memiliki ruang untuk mengembangkan kapasitas sekaligus mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan.

“Keberadaan IMM, khususnya di PTMA ini harus tetap eksis. Karena itu, ruang berproses ini penting supaya adik-adik IMM dapat terus bergerak,” tuturnya.

“Jadi perlu ada ruang berproses dan perlu ada tantangan. Jika tidak ada tantangan, mereka akan menjadi manja, menjadi generasi yang tidak mampu memberikan sesuatu ke depan,” imbuh Irwan.

Sebagai informasi, dalam Pengukuhan Pengurus Wilayah FOKAL IMM DIY Periode 2026–2031, Deni Asy’ari resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Wilayah, Sobar M. Johari sebagai Sekretaris, dan Yulianto Neri Mugiono sebagai Bendahara.

Pengukuhan tersebut turut dirangkaikan dengan peluncuran Kartu Anggota FOKAL IMM DIY, peluncuran Batik Nasional FOKAL IMM, serta Penganugerahan FOKAL IMM DIY Award 2026: Lifetime Achievement Award.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru tersebut, FOKAL IMM DIY diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah kontribusi para alumni IMM dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah. Sinergi antara alumni dan kader IMM juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem kaderisasi yang memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terus berproses, menghadapi tantangan, dan mengambil peran di tengah dinamika masyarakat. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan