Sabtu, 19 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Dakwah Muhammadiyah Harus Seimbang, Mengajak Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Dakwah Muhammadiyah Harus Seimbang, Mengajak Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

MUHAMMADIYAH.OR.ID, DEPOK – Bagi Muhammadiyah dakwah mengajak kebaikan, maupun mencegah kemungkaran sama bobotnya. Keduanya dilakukan secara seimbang tidak boleh saling menegasikan.

Pesan itu disampaikan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan pada Selasa (25/8) dalam Pengajian Hari Bermuhammadiyah ke-10 PDM Kota Depok.

Sosok yang akrab disapa Gus Bah ini menjelaskan, semua dakwah memiliki resiko masing-masing. Tidak berarti bahwa dakwah mengajak kebaikan atau amar ma’ruf lebih ringan resikonya dibandingkan mencegah kemungkaran atau nahi munkar.

“Semua dakwah itu berat. Tidak ada dakwah amar ma’ruf ringan, nahi mungkar berat. Kalau dakwah itu ringan, Nabi Muhammad tidak perlu berjuang sebegitunya,” ungkapnya.

Di hadapan ribuan jemaah yang memadati Masjid At Tanwir, Bojongsari, Kota Depok itu Gus Bah menegaskan, dakwah amar ma’ruf nahi munkar oleh Muhammadiyah dijalankan secara sinergis dan kolaboratif.

Maka dia menyarankan supaya Persyarikatan Muhammadiyah di Kota Depok dapat menjalankan amanah dakwah secara seimbang, dengan demikian dapat membawa dakwah Persyarikatan terbang membumbung tinggi.

Penerapan Amar Ma’ruf Nahi Munkar Secara Personal

Bagi warga, kader, sampai dengan staf di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sama-sama mengembang tugas atau amanah dakwah. Sebab di AUM tidak sebatas bekerja dan mencari maisyah.

Sebagai Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Gus Bah mengajak kepada seluruh civitas AUM untuk taat peraturan serta memiliki tuntutan untuk profesional. Jangan merasa sudah menjadi kader, kemudian bekerja di AUM seenak sendiri.

“Jadi kalau kader-kader Muhammadiyah mengurus AUM harus sungguh-sungguh, harus serius, jangan banyak mengharapkan pemakluman, minta dimaafkan. Kalau AUM dikelola dengan banyak pemaafan, bubar jalan itu AUMnya,” tegas Gus Bah.

Kader yang menjadi staf di AUM, imbuh Gus Bah, harus menjadi staf maupun pegawai yang profesional. Tidak boleh terlalu banyak alasan, sehingga amanah kepegawaian menjadi tidak ditunaikan dengan baik.

Tinggalkan Balasan