Kamis, 17 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Perkuat Manajemen Pendidikan Sekolah Lewat Pelatihan di Cina

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Muhammadiyah Perkuat Manajemen Pendidikan Sekolah Lewat Pelatihan di Cina

MUHAMMADIYAH.OR.ID, CHINA – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Training on Management and School Leadership di Guangzhou, Foshan, dan Shenzhen, China pada 14-18 September 2026.

Program yang diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF serta kepala sekolah dari berbagai daerah di Indonesia ini merupakan hasil kerja sama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan mengenai pengelolaan sekolah, kepemimpinan pendidikan, pengembangan pendidikan vokasi, serta berbagai praktik pendidikan yang berkembang di China. 

Program ini merupakan upaya Muhammadiyah melalui Majelis Dikdasmen dan PNG dalam memperkuat agenda pertukaran dan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan China.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi dalam arahannya mengungkap bahwa agenda yang telah disiapkan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF sejak lama ini, perlu menjadi pembelajaran strategis untuk seluruh peserta.

Ia juga mengungkapkan harapannya bahwa segala praktik-praktik baik yang diselenggarakan selama agenda di China diharapkan dapat dibawa pulang dan disesuaikan di Indonesia, yang mana dalam penerapannya akan dikaji dan disesuaikan dengan karakter, nilai, dan kebutuhan pendidikan di Muhammadiyah.

“Ikuti seluruh agenda dengan baik dan sungguh-sungguh. Apa yang dipelajari harus mampu membawa perubahan bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Jadi, amati praktik-praktik yang baik, pelajari, kemudian modifikasi sesuai dengan kebutuhan kita,” pesan Didik, pada Kamis (17/9).

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah yang juga merupakan pemimpin delegasi, R. Alpha Amirrachman berharap bahwa pengalaman internasional seperti ini dapat menjadi bagian dari transformasi pendidikan di Muhammadiyah.

“Program ini diarahkan untuk memperkuat jejaring pendidikan Muhammadiyah agar semakin maju, unggul, adaptif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang menjadi fondasi pendidikan,” ucapnya.

Sebagai informasi, selama agenda 5 hari, peserta mengikuti rangkaian agenda pendidikan dan kunjungan lapangan di tiga kota yaitu di Guangzhou dengan mengunjungi Guangzhou Xiehe Middle School dan Guangzhou Huimin Primary School.

Selanjutnya, agenda dilanjutkan ke Foshan dengan mengunjungi Shunde Leung Kau Kui Vocational and Technical School yang memberikan kesempatan secara langsung dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi tingkat menengah.

Dan yang terakhir di Shenzhen yang mana peserta mengunjungi Shixia School serta Shenkang Campus of Hongling Education Group. Dengan demikian, kunjungan ke 3 kota tersebut memberikan pengalaman beragam di berbagai jenjang dan model pendidikan, sehingga peserta dapat mempelajari, membuat perbandingan dan menganalisis berbagai pendekatan dalam kepemimpinan sekolah, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, dan lingkungan pembelajaran. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan