Selasa, 6 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Agung Danarto Dorong Tapak Suci Perkuat Organisasi dan Kembangkan Ilmu Kependekaran

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Agung Danarto Dorong Tapak Suci Perkuat Organisasi dan Kembangkan Ilmu Kependekaran

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SEMARANG – Laku yang menonjol dari Organisasi Otonom (Ortom) Tapak Suci Putera Muhammadiyah dengan yang lain adalah kemampuan menekan sifat-sifat kependekaran untuk tunduk pada aturan organisasi.

Hal itu ditekankan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto pada Kamis (6/8) dalam Pembukaan Sidang Tanwir Muktamar ke-XVI TSPM di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

Sebagai Ortom yang isinya para pendekar, kata Agung, namun di TSPM ego-ego pribadi dan sektoral diredam sedemikian dalam, sehingga yang berlaku dalam TSPM adalah ketundukan pada sistem organisasi.

“Tetapi di Tapak Suci luar biasa, egonya bisa diredam dan ditekan sedemikian rupa untuk kemudian tunduk dan patuh kepada aturan organisasi,” ungkap Agung.

Mentalitas pendekar yang taat asas dan mengedepankan aturan, menurut Agung disebabkan karena tempaan dan didikan dari Persyarikatan Muhammadiyah yang sejak awal menekankan pentingnya tata kelola dan manajemen organisasi.

“Muhammadiyah itukan egaliter sekali, mau alim ulama, mau hafiz 30 juz, kalau rapat bersama, tetap mentolerir dan tetap bisa mendengarkan pendapat orang lain yang mungkin kealimannya kurang dari dirinya,” katanya.

“Begitu juga di Tapak Suci, yang Pendekar Utama yang ilmunya sudah ‘sundul langit’ gitu kalau rapat masih bisa mendengarkan yang mereka mungkin ilmunya tidak setinggi itu,” sambung Agung.

Meski demikian, Agung menekankan bahwa Tapak Suci sebagai perguruan yang berbasis pada kependekaran diminta untuk tetap mengembangkan keilmuan pencak silatnya.

Terlebih ke depan tantangan yang dihadapi Tapak Suci semakin kompleks dan beragam. Maka perlu untuk pengembangan ilmu, sekaligus penguatan basis gerakan sebagai organisasi otonom Muhammadiyah.

Agung juga meminta Tapak Suci bisa masuk dalam skema pendidikan keolahragaan. Karena saat ini Perguruan Tinggi Muhammadiyah sudah memiliki 24 program studi keolahragaan.

“Ini kesempatan bagus sekali bagi Tapak Suci untuk mengembangkan bukan hanya kader yang memiliki bela diri yang baik. Tapi juga bisa menciptakan laboratorium pencak silat untuk melakukan penelitian jurus-jurus yang paling bagus,” harap Agung.

Oleh karena itu, sisi kependekaran atau keilmuan Tapak Suci dapat berkembang. Sehingga pembaruan jurus-jurus yang sudah dengan yang baru dapat disinkronkan, agar Tapak Suci dapat melestarikan ajaran khasnya.

Tinggalkan Balasan