Sabtu, 3 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kepemimpinan NA Harus Menjadi Amanah untuk Melayani dan Menggerakkan

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Kepemimpinan NA Harus Menjadi Amanah untuk Melayani dan Menggerakkan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah menyampaikan selamat atas dikukuhkannya jajaran Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026-2030.

Kehadiran NA baginya merupakan bagian dari upaya ‘Aisyiyah mempersiapkan generasi penerus perjuangan bangsa yang mana NA hadir sebagai organisasi perempuan muda yang mendidik, membina, melayani, dan menggerakkan generasi perempuan muda Muhammadiyah dalam perjuangan dakwah.

Selanjutnya, cikal bakal NA kata Salmah, telah muncul di lingkungan ‘Aisyiyah sejak 1919 melalui Siswa Praja Wanita (SPW) yang kemudian lahirlah Nasyiatul Aisyiyah di tahun 1931. Maka dari itu, melalui momentum pengukuhan pimpinan baru ini, Salmah berharap PPNA Periode 2026-2030 dapat meneruskan tanggung jawab dengan semangat melayani, memastikan bahwa NA dapat memberikan manfaat luas kepada masyarakat.

“Sehingga kami berharap kepemimpinan baru ini sudah semestinya dipahami sebagai sebuah tanggung jawab dan amanah untuk melayani (servant leadership). Bukan sekadar memimpin, tapi juga melayani banyak umat dan kita harus niatkan ini sebagai ladang dakwah kita,” tutur Salmah dalam agenda Taaruf Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di SM Tower Malioboro, Jumat Malam, (3/9).

Dalam kesempatan tersebut, Salmah mewakili seluruh jajaran Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan sejumlah pesan khusus untuk para jajaran baru PPNA.

Pertama, Ia mendorong NA untuk terus memperkuat kaderisasi sebagai fondasi keberlanjutan gerakan. Baginya, kaderisasi tidak hanya penting untuk suatu program agar tetap berjalan, melainkan juga sebagai bekal untuk menyiapkan pemimpin yang akan meneruskan perjuangan dakwah Nasyiatul Aisyiyah di periode berikutnya.

Kedua, seluruh gerakan NA diharapkan berpacu kepada gerakan dakwah yang relevan dengan generasi muda dan sesuai dengan kondisi zaman.

“Semua gerakan dan dakwah NA ini harus relevan dengan generasi mudanya.  Artinya, gerakan dakwah yang kontekstual yang sesuai dengan kondisi sekarang dan kebutuhan perempuan muda agar menjangkau lebih banyak kalangan,” katanya.

Lalu yang ketiga, Salmah mendorong penguatan kemandirian ekonomi perempuan muda. Ia menjelaskan, hal ini merupakan aspek penting dalam membangun kapasitas sekaligus daya dukung kader dalam menjalankan perannya di masyarakat.

Keempat, ia turut mengingatkan kepada para jajaran PPNA agar dapat menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan kehidupan keluarga. Salmah berharap, sebagai kader perempuan muda PPNA harus mampu membagi waktu serta turut memperkuat perannya untuk sektor ketahanan keluarga.

“Bagaimana NA menjadi pilar yang penting di dalam membangun keluarga yang sehat, keluarga yang berilmu, keluarga yang berakhlak, dan tentunya keluarga yang berkemajuan,” ujar Salmah.

Yang kelima, dengan pesatnya pertumbuhan dunia digital masa kini, Salmah turut mendorong para kader NA untuk memanfaatkan media digital sebagai saran dakwah dan komunikasi.

“Ini adalah ruang sarana strategis bagi para kader muda Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan sekaligus memperluas jangkauan dakwah,” ucap Salmah.

Terakhir, ia berpesan agar NA dapat menjaga estafet kepemimpinan dengan tidak hanya fokus terhadap pelaksanaan program, tapi juga mempersiapkan keberlanjutan para kader dan pimpinan di masa depan.

“NA harus benar-benar menjadi wajah generasi muda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Maka, kita harus terus siapkan generasi yang berkemajuan yang kemudian dapat mencerahkan peradaban,” pungkasnya. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan