MUHAMMADIYAH.OR.ID, SIMALUNGUN – Pembangunan venue Muktamar 49 di Medan diharapkan tidak hanya jadi monumen fisik, namun juga sebagai kebanggan sekaligus mileston kemajuan Sumatra Utara (Sumut).
Harapan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto pada Kamis (9/7) di Simalungun dalam Pembukaan Darul Arqam Wilayah oleh MPKSDI PWM Sumut.
Pada kesempatan itu Agung memastikan bahwa nanti untuk Pembukaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah akan dilangsungkan di Stadion Teladan, Medan.
Agung berharap, melalui adanya muktamar nanti yang dihadiri oleh penggembira, peserta, maupun anggota muktamar dapat berdampak pada percepatan perputaran roda ekonomi masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, dia meminta supaya Muhammadiyah di Sumut untuk menyiapkan diri. Salah satu di antaranya adalah dengan Baitul Arqam yang bisa dilakukan oleh PDM dan ke bawahnya.
“Agar ketika pas Muktamar itu ghirah Bermuhammadiyahnya sedang tinggi-tingginya. Harapannya seperti itu. Termasuk ada monumen-monumen yang akan dikenang dari Muktamar itu,” ungkap Agung.
Dalam catatan Agung, sejak Muktamar 45 tahun 2005 di Malang, Muhammadiyah selalu meninggalkan jejak kemajuan berupa monumen penting, besar, bermanfaat, dan jadi kebanggaan.
Monumen kebanggan itu antara lain Dome UMM untuk Muktamar 45, Sportorium UMY untuk Muktamar 46, Menara Iqra’ Unismuh Makassar untuk Muktamar 47, Edutorium UMS untuk Muktamar 48, serta nanti Auditorium Berkemajuan UMSU untuk Muktamar 49.
Sementara itu, Ketua PWM Sumut, Hasyimsyah Nasution menambahkan, bagi para Penggembira yang datang ke Sumut tidak perlu khawatir, sebab terdapat banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi.
“Nanti bisa rekreasinya ke Simalungun,” kata Prof. Hasyimsyah Nasution.






