Sabtu, 3 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur terus memperkuat peran dai dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Hal tersebut diwujudkan melalui Training of Facilitator (TOF) Dai Anti Narkoba yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Sabtu (3/10).

Kegiatan yang diikuti 120 Duta Dai Anti Narkoba se-Jawa Timur tersebut tidak hanya menjadi ruang penguatan kapasitas dakwah, tetapi juga membekali para dai dengan pemahaman mengenai perkembangan persoalan narkotika di Indonesia, termasuk peta persebaran, data kasus, serta modus peredarannya yang terus berkembang.

Ketua LDK Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, Arifin menyampaikan peta persebaran narkotika di Indonesia dan berbagai data kasus sebagai gambaran tentang semakin kompleksnya persoalan narkotika yang dihadapi masyarakat.

Menurut Arifin, perubahan modus peredaran narkotika harus menjadi perhatian serius para dai. Sebab, ancaman narkoba kini dapat hadir melalui berbagai ruang kehidupan dan menyasar kelompok masyarakat, terutama generasi muda.

“Modus peredaran yang kian masif di negeri ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk kita para dai anti narkoba Muhammadiyah yang hari ini akan dikukuhkan di Universitas Muhammadiyah Surabaya,” ujarnya.

Arifin juga menyoroti rokok elektrik atau vape yang perlu menjadi perhatian dalam konteks penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, perkembangan modus tersebut menunjukkan bahwa pola pencegahan harus terus diperbarui dan tidak boleh hanya menggunakan pendekatan lama.

Karena itu, para dai dituntut tidak hanya mampu menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memahami realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Dai harus mampu membaca perubahan zaman. Jangan sampai kita masih berbicara dengan cara lama, sementara modus penyalahgunaan narkoba sudah berubah,” kata Arifin.

Ia mengajak para Duta Dai Anti Narkoba Muhammadiyah untuk mengambil bagian dalam menyelamatkan generasi muda. Dakwah, menurutnya, harus hadir sebelum seseorang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Masjid, keluarga, sekolah, kampus, komunitas, hingga ruang digital dinilai menjadi ruang strategis bagi para dai untuk membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap narkoba.

“Kita tidak boleh menunggu generasi muda menjadi korban baru kemudian bergerak. Dakwah harus hadir lebih awal untuk mencegah mereka terjerumus,” tegasnya.

Kegiatan TOF tersebut menjadi momentum penting bagi LDK Muhammadiyah untuk memperkuat gerakan dakwah berbasis komunitas dalam menghadapi persoalan narkotika. Para dai tidak hanya dipersiapkan sebagai penyampai ceramah, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengedukasi, mendampingi, dan menggerakkan masyarakat.

Di tengah jaringan peredaran narkotika yang semakin kompleks, keterlibatan dai menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga generasi. Sebab, ketika modus narkoba terus berubah, dakwah juga harus bergerak lebih cepat; ketika narkoba mencari celah untuk mendekati generasi muda, para dai harus hadir lebih dahulu untuk menyelamatkannya.

Melalui 120 Duta Dai Anti Narkoba yang dilatih dan dikukuhkan, LDK Muhammadiyah Jawa Timur berharap gerakan pencegahan dapat semakin dekat dengan masyarakat dan tumbuh dari komunitas. Bukan sekadar mengingatkan tentang bahaya narkoba, tetapi bersama-sama membangun lingkungan yang sehat, kuat, dan mampu melindungi generasi dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Tinggalkan Balasan