MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Euforia kemenangan tengah dirasakan seluruh masyarakat Indonesia setelah Tim Nasional Indonesia berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Bermain imbang 2-2 hingga 120 menit, Indonesia akhirnya menundukkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin malam (5/10).
Kemenangan tersebut turut menghadirkan kebanggaan bagi keluarga besar Muhammadiyah. Pasalnya, salah satu punggawa Timnas Indonesia, Rizky Ridho Ramadhani, merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Ridho tampil pada babak kedua setelah masuk pada menit ke-60 menggantikan Luke Vickery. Kehadirannya di lini pertahanan turut memberikan energi baru bagi permainan Indonesia yang berupaya mengejar ketertinggalan dari Thailand.
Kontribusi penting Ridho terjadi menjelang berakhirnya waktu normal. Bek Timnas Indonesia tersebut melepaskan umpan silang yang menciptakan bola liar di depan gawang Thailand. Bola kemudian berhasil disambar Elkan Baggott dan mengubah kedudukan menjadi 2-2.
Skor tersebut bertahan hingga babak tambahan waktu. Indonesia dan Thailand pun harus menentukan juara melalui adu penalti. Dalam drama tersebut, Indonesia tampil lebih tenang dan berhasil menang 4-2 sekaligus memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Mundakir selaku Rektor Umsura. Ia menyampaikan kebanggaannya karena Ridho tidak hanya menjadi bagian dari keberhasilan Timnas Indonesia, tetapi juga membawa nama Muhammadiyah khususnya Umsura di panggung sepak bola internasional.
“Kami tentu sangat bangga. Rizky Ridho bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga membawa nama Umsura. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berprestasi di bidang olahraga sekaligus tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa,” ujar Mundakir pada Selasa (6/10).
Menurutnya, perjalanan Ridho menjadi semakin membanggakan karena di tengah kesibukannya sebagai pesepak bola profesional dan memperkuat Timnas Indonesia, ia tetap berkomitmen menyelesaikan pendidikan.
“Ia saat ini sedang berada di semester akhir dan sedang menyelesaikan skripsinya. Ini bukti bahwa prestasi dan pendidikan dapat berjalan beriringan ketika ada komitmen, kedisiplinan, dan dukungan dari lingkungan,” ungkapnya.
Mundakir menilai, menjadi atlet profesional sekaligus menyelesaikan pendidikan bukanlah hal yang mudah. Karena itu, capaian Ridho diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Umsura untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi tanpa mengesampingkan pendidikan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi juara di lapangan, tetapi juga memiliki bekal akademik yang kuat untuk masa depan,” pungkas Mundakir. (Bhisma)






