Selasa, 6 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Produk Keilmuan Majelis Tarjih Masuk Koleksi Perpustakaan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS)

Oleh ilham • • 2 Menit Min
Produk Keilmuan Majelis Tarjih Masuk Koleksi Perpustakaan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS)

MUHAMMADIYAH.OR.ID, OXFORD — Dua produk keilmuan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjadi bagian dari koleksi perpustakaan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS). Kedua buku tersebut merupakan karya yang memuat pemikiran Muhammadiyah mengenai fatwa kontemporer dan fikih kebencanaan.

Dua buku yang diterima sebagai koleksi OCIS tersebut adalah The Contemporary Fatwas of Muhammadiyah dan Coping with Disaster: Principle Guidance from an Islamic Perspective. Keduanya termasuk tiga buku berbahasa Inggris yang diserahkan bersama sejumlah karya lain yang merepresentasikan pemikiran Muhammadiyah.

Penyerahan buku berlangsung pada Rabu (22/9/2026) dan diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan OCIS, Wassilena Sekulova. Penyerahan tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana donasi buku-buku Muhammadiyah kepada perpustakaan OCIS yang telah disampaikan pada 25 Agustus 2026.

Sebelum diterima, daftar buku terlebih dahulu disampaikan kepada pihak OCIS untuk diverifikasi sesuai dengan kebijakan koleksi perpustakaan. Kurang dari sebulan setelah inisiasi tersebut, lima judul resmi diterima menjadi bagian dari koleksi perpustakaan OCIS.

Selain dua produk keilmuan Majelis Tarjih, tiga buku lainnya yang diterima adalah Muhammadiyah for All: A Progressive Islamic Movement Enlightening Indonesia and the World, serta dua karya Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, yaitu Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan dan Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan.

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia menyambut masuknya buku-buku tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas akses terhadap pemikiran Muhammadiyah di lingkungan akademik internasional. Terlebih, karya akademisi Indonesia yang masuk ke dalam koleksi perpustakaan OCIS masih relatif terbatas.

“Kami bersyukur pemikiran salah satu tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah kini dapat diakses oleh para akademisi dan peneliti di salah satu pusat kajian Islam terkemuka di Eropa. Tentu ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan khazanah keilmuan Islam berkemajuan secara lebih luas di dunia Internasional,” ujar Ince Dian pada Jumat (25/9).

Masuknya The Contemporary Fatwas of Muhammadiyah dan Coping with Disaster ke dalam koleksi OCIS turut memperluas ruang akses akademik terhadap produk tarjih Muhammadiyah. Keduanya merepresentasikan ikhtiar Majelis Tarjih dan Tajdid dalam merumuskan pandangan keislaman untuk menjawab persoalan kontemporer, termasuk persoalan fatwa dan kebencanaan.

Tinggalkan Balasan