Minggu, 20 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

TK ABA Semesta Bukan sekadar Kebanggaan Semu, tapi Kebanggaan yang Berisi

Oleh timredaksi 2 Menit Min
TK ABA Semesta Bukan sekadar Kebanggaan Semu, tapi Kebanggaan yang Berisi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang juga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) ABA Semesta, Siti Noordjannah Djohantini, menegaskan bahwa berdirinya TK ABA Semesta bukan sekadar menghadirkan “kebanggaan semu” semata, melainkan harus menjadi “kebanggaan yang berisi” melalui kontribusi nyata bagi dakwah, pendidikan, dan perkaderan Muhammadiyah-‘Aisyiyah.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Baitul Arqam (BA) Pegawai TK ABA Semesta bertajuk “Penguatan Ideologi dan Etos Kerja Pegawai dalam Berkhidmat di ABA Semesta” yang diselenggarakan pada Senin (6/7).

Menurut Noordjannah, lahirnya TK ABA Semesta tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang dan kiprah para tokoh ‘Aisyiyah dalam membangun pendidikan Taman Kanak-kanak Bustanul Athfal (TK ABA) sejak tahun 1919. Semangat kebangsaan dan dakwah itu telah menjelma menjadi ruh perjuangan ‘Aisyiyah hingga saat ini.

“Jadi ‘Aisyiyah itu dalam sejarahnya, bikin mars saja sudah sangat nasionalis. Termasuk juga bagaimana ia mendirikan ABA,” ujarnya.

Noordjannah yang juga sebagai Badan Pembina Harian (BPH) TK ABA Semesta turut menekankan bahwa kehadiran ABA Semesta harus menjadi representasi visi dan misi Muhammadiyah-‘Aisyiyah di abad keduanya. Ia juga menekankan kepada para guru ABA Semesta bahwa sebagai “guru” sekolah unggulan harus memiliki positioning yang baik. Maka dari itu, hadirnya ABA Semesta harus senantiasa menjadi inspirasi bagi ribuan TK ABA yang tersebar di berbagai penjuru negeri

“ABA Semesta harus menjadi virus kebaikan yang mampu menginspirasi sekolah-sekolah ABA lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tegas Noordjannah.

“ABA Semesta ini bukanlah sekadar rumah kecil, tapi telah tergabung kedalam rumah besar persyarikatan. Maka kita patut bersyukur karena cikalnya sudah pas, sebab guru-gurunya merupakan kader murni persyarikatan. Karena itu kita harus memiliki positioning yang baik, berkhidmat bersama untuk persyarikatan. Insyaallah Tuhan akan terus berikan jalan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sekaligus Koordinator Penerimaan Peserta Didik Baru TK ABA Semesta, Warsiti, berharap ABA Semesta terus berkembang sebagai media penguatan dakwah Muhammadiyah-‘Aisyiyah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini.

“Dengan bimbingan UNISA Yogyakarta, semoga ABA Semesta dapat terus menguatkan dakwah UNISA dan persyarikatan, serta memberi manfaat bagi dunia pendidikan, utamanya pendidikan usia dini di negeri ini,” ujar Warsiti.

Mengutip pernyataan Noordjannah dalam penutup keynote speechnya, hadirnya TK ABA Semesta perlu terus dirawat untuk penguatan dakwah sekaligus menjadi pionir dan pelopor bagi lahirnya amal usaha yang unggul dan berkemajuan. Dengan tagline “Pray, Play, Lead The Future” TK ABA Semesta diharapkan menjadi pencetak awal (cikal) lahirnya kader-kader unggulan Muhammadiyah.

“Jadi, itulah yang dimaksud dengan ekosistem perkaderan di Muhammadiyah,” pungkas Noordjannah. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan