MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Kesuksesan dan kesempurnaan dalam kehidupan membutuhkan proses. Manusia diajarkan untuk bersabar menjalani setiap tahapan, sebagaimana penciptaan manusia yang berlangsung melalui sejumlah fase sebelum lahir ke dunia.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Fajar Rachmadhani dalam Pengajian Malam Selasa pada Senin (14/09). Dalam kajian tersebut, Fajar membahas hadis keempat dalam Arbain Nawawi yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari Abdullah bin Mas’ud Ra.
Fajar menjelaskan, hadis tersebut menggambarkan proses penciptaan manusia di dalam rahim. Manusia melalui fase nutfah, alaqah, dan mudghah, sebelum kemudian ditiupkan ruh. Menurutnya, tahapan tersebut mengandung pelajaran penting tentang kehidupan manusia.
“Salah satunya adalah Allah ingin mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan dan kesempurnaan itu tidak bisa dicapai secara instan,” jelasnya.
Menurut Fajar, proses penciptaan manusia menunjukkan bahwa Allah mengajarkan kesabaran kepada manusia. Setiap tahapan memiliki waktunya sendiri sehingga manusia perlu belajar menikmati proses dan menghindari ketergesa-gesaan.
“Proses ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah ingin mengajarkan kepada hambanya tentang kesabaran. Kesabaran untuk menikmati proses dalam hidup,” ujarnya.
Pesan tersebut, lanjut Fajar, relevan dengan kehidupan manusia modern yang semakin terbiasa dengan keinginan serba cepat. Ada orang yang ingin cepat kaya, cepat terkenal, memperoleh kedudukan, hingga segera mendapatkan jabatan.
“Yang mana kemudian semua obsesi dan keinginan itu ingin diwujudkan oleh manusia dengan cara menghalalkan segala macam cara,” katanya.
Ia mencontohkan fenomena orang yang ingin memperoleh kekayaan secara cepat. Menurutnya, berbagai fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebagian orang kehilangan kesabaran dalam menjalani proses.
“Tapi fenomena itu menggambarkan kepada kita banyak orang yang enggak sabar dengan proses,” ungkap Fajar.
Jangan Tergesa-gesa Nikmati Prosesnya
Fajar menegaskan bahwa proses merupakan bagian dari sunatullah. Karena itu, manusia perlu membangun kesabaran dan menghindari sikap tergesa-gesa dalam mengejar sesuatu.
“Maka salah satu hikmah kenapa Allah menciptakan kita dengan proses-proses itu? Karena proses itu adalah sunatullah,” tuturnya.
Ia kemudian mengaitkan prinsip tersebut dengan berbagai persoalan kehidupan, termasuk keinginan memperoleh warisan sebelum waktunya hingga keinginan mendapatkan gelar akademik tanpa menjalani proses pendidikan secara semestinya.
“Allah mengajarkan kepada kita, jangan tergesa-gesa,” tegasnya.
Menurut Fajar, manusia perlu memahami bahwa setiap capaian memiliki tahapan yang harus dilalui. Karena itu, kesabaran dalam menjalani proses menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.
“Nah, jadi hadis ini mengajarkan kita Bapak Ibu untuk sabar ya semuanya ada waktunya,” katanya.
Fajar menutup pembahasan tersebut dengan mengingatkan bahwa manusia tidak perlu tergesa-gesa dalam mengejar berbagai urusan dunia. “Tidak ada yang perlu ditergesa-gesakan kecuali dua salat dan taubat. Yang lain tenang,” ujarnya.






