MUHAMMADIYAH.OR.ID, WAKATOBI – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, meninjau SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (16/7). Kunjungan ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam memperkuat layanan pendidikan hingga wilayah kepulauan melalui Gerakan Partisipasi Semesta.
Dalam kunjungan tersebut, Fajar didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Bupati Wakatobi Haliana, Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara, serta para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Sulawesi Tenggara.
Pada kesempatan itu, Fajar meninjau hasil revitalisasi SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi senilai Rp1,5 miliar yang merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program revitalisasi tersebut sebelumnya telah diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Kendari pada 10 Januari 2026.
Menurut Fajar, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan hasil revitalisasi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat.
“Bapak Menteri Abdul Mu’ti telah meresmikan revitalisasi sekolah ini pada awal tahun. Hari ini saya datang untuk memastikan program prioritas Bapak Presiden Prabowo benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan masyarakat di sekitarnya. Bangunan yang baik harus diikuti dengan pembelajaran yang semakin bermutu sehingga anak-anak Wakatobi, khususnya anak-anak Suku Bajo, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan terbaik,” ujarnya.
Saat ini SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi memiliki 81 peserta didik yang terdiri atas sembilan siswa kelas X, 22 siswa kelas XI, dan 51 siswa kelas XII, dengan dukungan 15 guru. Sebagian peserta didik berasal dari komunitas Suku Bajo, mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif hingga wilayah kepulauan.
Fajar, yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa Muhammadiyah telah lama menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan hingga daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
“Kehadiran langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menyapa guru dan para siswa di Wakatobi beberapa tahun lalu menunjukkan komitmen kuat Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan di wilayah kepulauan. Kini pemerintah memperkuat ikhtiar tersebut melalui berbagai program strategis, termasuk revitalisasi SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, agar setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang bermutu,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, Ali Hasan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamendikdasmen yang dinilai menjadi penyemangat bagi seluruh warga sekolah.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas kunjungan Bapak Wamendikdasmen. Kehadiran beliau menunjukkan bahwa kader Muhammadiyah yang mendapat amanah di pemerintahan memiliki komitmen besar terhadap kemajuan sekolah-sekolah Muhammadiyah, termasuk di wilayah kepulauan seperti Wakatobi. Kami siap memanfaatkan hasil revitalisasi ini untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” ungkapnya.
Fajar menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah dengan Muhammadiyah akan terus diperkuat untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas di seluruh Indonesia.
“Kemajuan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Muhammadiyah telah membuktikan perannya selama lebih dari satu abad dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sinergi antara pemerintah dan Muhammadiyah akan terus kita perkuat agar pendidikan bermutu benar-benar menjangkau seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan,” pungkasnya.






