MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA – Tak ingin kehilangan potensi besar putra-putri bangsa untuk membangun Indonesia, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendorong semakin banyak ruang untuk tumbuh bagi generasi masa depan.
Hal itu disampaikan Mendikdasmen sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti pada Rabu (29/7) di Aula Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, di Surabaya.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang memiliki bentang wilayah luas, sekaligus jumlah penduduk yang besar tidak boleh kehilangan optimisme dalam membangun serta memajukan bangsa dan negara ini.
Melihat Indonesia 2045, sambungnya, bonus demografi harus dikelola dengan baik melalui kualitas pendidikan. Bonus demografi memang menjadi tantangan, tapi sekaligus modal besar untuk membangun bangsa dan negara.
“Banyak anak-anak kita memiliki prestasi luar biasa, baik akademik maupun non akademik. Semua itu harus terus kita tumbuhkan agar menjadi kekuatan bangsa,” katanya.
Oleh karena itu, pendidikan harus diarahkan pada membangun manusia Indonesia secara utuh. Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada sisi akademik, tapi pendidikan harus mencerdaskan akan, membersihkan hati, serta menguatkan fisik.
Situasi ini menjadikan pendidikan Indonesia tidak dikotomis, melainkan harus holistik dan integratif. Sehingga menjadi ruang terbuka bagi generasi penerus tumbuh menjadi khalifah di muka bumi.
“Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang berakal, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT. Karena itu, setiap anak harus diberi ruang untuk menemukan potensi terbaiknya,” ungkapnya.
Dia melihat, pendidikan ini tidak bisa berjalan baik jika sumber daya manusia yang menjalankannya tidak memiliki komitmen sama. Maka para guru diminta untuk membantu dan mengembangkan bakat anak sehingga potensinya bisa teraktualisasikan.
“Sebagai pendidik, kita harus menjadi pemandu bakat. Jangan pernah lelah membimbing anak-anak karena yang kita bangun bukan hanya kecerdasan akademik, tetapi masa depan mereka,” pesannya.





