Jumat, 18 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Pejabat Harus Elit dalam Kualitas, Bukan Elitis dalam Sikap

Oleh timredaksi 1 Menit Min
Pejabat Harus Elit dalam Kualitas, Bukan Elitis dalam Sikap

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, tidak banyak bicara soal warisan kebijakan. Yang lebih ia pikirkan adalah apakah cara kerja dan cara memimpin yang ia tanamkan akan terus hidup setelah jabatannya usai.

Mendikdasmen itu membagikan refleksinya dalam siniar Lensamu di Muhammadiyah Channel yang dirilis pada Kamis (4/5). Dalam satu setengah tahun masa tugasnya, ia menyebut dua hal yang paling ia tekankan: membangun fondasi transformasi pembelajaran, dan mengubah kultur birokrasi pendidikan dari dalam.

“Paling tidak satu tahun setengah ini saya sudah meletakkan dasar-dasar transformasi pendidikan dasar dan menengah yang sudah jelas. Misalnya deep learning , walaupun tidak orisinal pikiran saya, tetapi saya mulai terapkan di sini dan ternyata dukungannya luar biasa dari berbagai negara,” ujarnya.

Transformasi itu ia jaga agar terasa sampai ke lapisan paling Bawah. Tunjangan guru yang dulu cair tiga bulan sekali kini dibayar tiap bulan. untuk evaluasi belajar, perdebatan panjang soal Ujian Nasional ia jawab dengan pendekatan yang lebih tenang.

“Dulu ada stigma terhadap UN. Saya mencari jalan tengah, al-mutawasitoh, yang tengah itu. Maka hadir Tes Kemampuan Akademik. Kita hindari kata ujian, kita gunakan kata tes, dan yang diukur jelas kemampuan akademiknya,” jelasnya.

Tapi di atas semua kebijakan itu, ada satu hal yang lebih ia ingin wariskan, yaitu budaya kepemimpinan yang tidak berjarak. Nilai yang ia akui tumbuh dari didikan Muhammadiyah.

“Saya bangun budaya di kementerian bahwa pejabat itu boleh elit, tetapi tidak boleh elitis. Jangan menjadi pemimpin yang tidak bisa disentuh dan tidak bisa dihubungi,” tegasnya. (bunga)

Tinggalkan Balasan