Selasa, 22 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Silaturahmi Jadi Fondasi Penguatan Dakwah Muhammadiyah

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Silaturahmi Jadi Fondasi Penguatan Dakwah Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KEDIRI – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Saad Ibrahim, menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi dalam memperkuat dakwah Muhammadiyah. Hal itu disampaikan dalam acara Halal Bihalal Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, Ahad (19/4).

Kegiatan yang mengusung tema “Silaturahmi Menguatkan Dakwah Muhammadiyah” tersebut digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri. Dalam pemaparannya, Saad menjelaskan bahwa silaturahmi memiliki akar makna yang mendalam dalam tradisi Islam.

Ia mencontohkan, bahkan sebelum diangkat menjadi nabi, Nabi Muhammad dikenal sebagai pribadi yang senantiasa menjaga hubungan baik, tidak hanya dari garis ayah, tetapi juga dari garis ibunya, Aminah. Hal ini menunjukkan pentingnya merawat relasi kekerabatan secara utuh.

“Silaturahmi berasal dari kata silah yang berarti menyambung, dan rahim yang merujuk pada hubungan kekerabatan, khususnya dari garis perempuan,” ujarnya.

Saad menjelaskan, dalam pemaknaan awalnya, silaturahmi memiliki tiga dimensi utama. Pertama, membangun hubungan kekeluargaan, khususnya dari garis perempuan yang disimbolkan dengan rahim. Kedua, sebagai bentuk perlindungan (protection) terhadap kelompok lemah. Ketiga, sebagai wujud pemberian bantuan (grant) kepada sesama.

Seiring perkembangan zaman, makna silaturahmi meluas menjadi relasi sosial yang lebih umum, termasuk dalam aktivitas keagamaan dan organisasi seperti Muhammadiyah. Namun demikian, esensinya tetap harus dijaga, yakni membangun hubungan yang sehat, tulus, dan dilandasi niat ibadah.

“Dalam membangun relasi, tidak boleh ada rasa sungkan berlebihan, iri, atau hal-hal lain yang menghambat. Silaturahmi harus diniatkan sebagai ibadah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saad mengingatkan bahwa keimanan merupakan fondasi utama dalam menjalankan nilai-nilai tersebut. Ia menyinggung prinsip kebebasan dalam memilih iman, sekaligus menegaskan adanya konsekuensi spiritual dari pilihan tersebut.

“Siapa yang mau beriman silakan, siapa yang mau kufur silakan. Tetapi jika kufur kepada Allah, maka Allah tidak akan menurunkan sedikit pun kemuliaan-Nya,” pungkasnya.

Melalui momentum Halal Bihalal ini, ia berharap seluruh warga Muhammadiyah dapat memperkuat silaturahmi sebagai energi kolektif untuk mengokohkan dakwah serta meningkatkan kontribusi sosial di tengah masyarakat. (bhisma)

Tinggalkan Balasan