MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Hal menarik terpapar dari pemaparan Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informatika (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ismail Fahmi tentang ChatHPT dalam pernyataannya melalui kanal Facebook, Sabtu (7/11).
Dua hari pasca peluncuran, Ismail Fahmi mengungkap bahwa masyarakat begitu antusias menyambut inovasi terbaru Muhammadiyah di sektor teknologi dan AI (Artificial Intelligent) tersebut.
Dalam analisis yang ditemukan, Ismail mengungkap berbagai topik keislaman yang ditanyakan melalui platform ChatHPT. Pertama, Ismail menjelaskan bahwa pertanyaan terbanyak justru menyangkut topik ibadah sehari-hari.
“Topik shalat, mulai dari tata cara, jumlah rakaat, hingga sujud, muncul dalam 8.239 pertanyaan atau 16,2 persen dari total. Angka ini lebih dari tiga kali lipat topik di peringkat kedua,” katanya.
Lebih lanjut, Lima besar seluruhnya berkisar pada ibadah harian. Setelah shalat, berturut-turut ada shalat Jumat dan khutbah (2.520), zikir, doa, dan shalawat (2.366), wudhu, thaharah, dan najis (2.188), serta imam, makmum, dan shalat berjamaah (1.813).
Selanjutnya, Ismail turut menyoroti hal menarik yang bertengger di peringkat ketujuh dimana Muamalah digital dan AI muncul dalam 1.555 pertanyaan, sedikit di atas nikah, talak, dan rujuk (1.543) serta muamalah, riba, dan bisnis (1.524). Hal itu menunjukan bahwa masyarakat di era modern juga tidak hanya bertanya soal ibadah, namun juga mencari pegangan untuk kehidupan digital yang mereka jalani setiap hari.
Di luar itu, Ismail Fahmi mengungkap, sejumlah tema khas diskursus Tarjih tetap muncul. Rokok dan tembakau tercatat dalam 779 pertanyaan, qunut 717, kalender Hijriah dan penentuan hari raya 478, serta politik dan kebangsaan 467.
“Satu pertanyaan bisa masuk ke lebih dari satu topik, sehingga persentasenya tidak selalu berjumlah 100. Daftar lengkap 20 topik terpopuler bisa dilihat di halaman Topik Populer,” jelasnya melanjutkan.
ChatHPT Dibalik Layar, Sentuh 8 Miliar Token Dalam Dua Hari!
Di balik layar, Ismail memaparkan bahwa beban kerja sistem turut melonjak. Pada 5 dan 6 November 2026, ChatHPT memproses 7,94 miliar token.
“Token ini adalah satuan potongan kata yang dibaca dan ditulis oleh model AI. Komposisinya memperlihatkan cara kerja ChatHPT,” jelasnya.
Ia melanjutkan, token masukan mencapai 7,76 miliar, sedangkan token keluaran hanya 179 juta. Untuk setiap satu token jawaban, sistem membaca sekitar 43 token masukan, yang terdiri dari instruksi, riwayat percakapan, dan hasil penelusuran naskah Tarjih.
“Perbandingan ini sesuai dengan rancangan ChatHPT. Jawaban tidak disusun dari ingatan model semata, melainkan dari naskah Himpunan Putusan Tarjih, Fatwa Tarjih, dan Tanya Jawab Agama yang lebih dulu ditelusuri dan dibaca,” ungkap Ismail Fahmi.
Antusiasme di hari pertama menunjukkan bahwa kebutuhan warga akan rujukan keagamaan yang mudah dijangkau begitu tinggi. Tak hanya melalui informasi langsung maupun internet, pertanyaan tentang rakaat, wudhu, atau qunut kini bisa langsung diakses melalui khazanah resmi Majelis Tarjih (ChatHPT).
Kemudian terkait tantangan, Ismail mengungkap bahwa ChatHPT dimasa depan harus terus menjaga kualitas jawaban dan ketahanan sistem ketika jumlah pengguna terus bertambah.
Juga perlu menjadi catatan khusus bahwa jawaban dari platform ChatHPT yang dikembangkan oleh MPI PP Muhammadiyah bersama LabMu untuk Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah tersebut hanyalan merupakan alat bantu untuk memahami khazanah Tarjih, bukan fatwa atau putusan resmi. Untuk persoalan yang memerlukan kepastian hukum, warga tetap dianjurkan merujuk langsung pada naskah putusan dan berkonsultasi dengan Majelis Tarjih. (Bhisma)






