MUHAMMADIYAH.OR.ID, TUNISIA – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tunisia secara resmi memulai rangkaian Milad Satu Dekade melalui kegiatan bertajuk Run MU pada Ahad (12/4). Kegiatan lari bersama ini menjadi pembuka yang merefleksikan semangat kesehatan, kebersamaan, dan kolaborasi lintas komunitas diaspora Indonesia di Tunisia.
Kegiatan tersebut terselenggara atas kolaborasi PCIM Tunisia dengan komunitas Diasporun Tunisia (DIASPORUN.TN), serta melibatkan berbagai elemen mahasiswa Indonesia, di antaranya Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia dan perwakilan PCI Nahdlatul Ulama Tunisia.
Sepanjang rute, panitia menyediakan refreshment stand berupa minuman dan makanan ringan guna menjaga stamina peserta. Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh semangat, dan nuansa kekeluargaan yang kental.
Momentum penting dalam kegiatan ini ditandai dengan prosesi simbolis pemotongan pita di titik finis sebagai penanda dimulainya rangkaian Milad Satu Dekade PCIM Tunisia. Prosesi tersebut dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia bersama Ketua PCIM Tunisia dan Ketua Panitia Milad, disaksikan seluruh peserta.
Ketua Panitia Milad, Akmal Rachman, menekankan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan fisik di kalangan kader. Menurutnya, Run MU tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga ruang mempererat ukhuwah dan solidaritas.
Sementara itu, Ketua PCIM Tunisia, Naufal Sholahudin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan meriah. Ia menegaskan bahwa rangkaian Milad tidak berhenti pada kegiatan olahraga, melainkan akan dilanjutkan dengan agenda-agenda substantif seperti lomba taktis dan webinar.
“Pada 19 dan 25 April mendatang, akan digelar kegiatan yang menghadirkan diaspora Indonesia di Tunisia serta tokoh nasional, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti,” ujarnya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia Zuhairi Misrawi dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif Run MU yang dinilai mampu menjadi pelopor gerakan positif di kalangan mahasiswa diaspora. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan intelektual sebagai bagian dari prinsip al-‘aqlu salim fi al-jismi salim.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan dua kekuatan besar yang saling melengkapi dalam membangun bangsa, layaknya dua sayap yang membawa Indonesia terbang lebih tinggi.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen PCIM Tunisia dalam membentuk kader yang unggul secara intelektual sekaligus kuat secara fisik dan sosial. Nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun generasi diaspora yang berdaya saing dan berintegritas.
Run MU berlangsung meriah dengan penuh keceriaan dan semangat kebersamaan. Energi positif yang tercipta menjadi pembuka yang kuat bagi rangkaian Milad Satu Dekade PCIM Tunisia.
Sebagai penutup, PCIM Tunisia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KBRI Tunis, PCINU Tunisia, PPI Tunisia, serta komunitas Diasporun Tunisia. Panitia juga berkomitmen untuk menghadirkan rangkaian agenda berikutnya yang lebih baik, lebih meriah, dan berdampak luas.
Milad Satu Dekade PCIM Tunisia diharapkan menjadi titik awal lahirnya program-program yang inspiratif, kolaboratif, dan berkelanjutan bagi umat dan bangsa.






