Rabu, 7 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Puisi “Kampoengku” Karya Haedar Nashir Dibacakan Sastrawan Heru Joni Putra dan David K Alka

Oleh adam • • 2 Menit Min
Puisi “Kampoengku” Karya Haedar Nashir Dibacakan Sastrawan Heru Joni Putra dan David K Alka

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pada pembukaan Kampung Kreativitas Nasional Muhammadiyah untuk Negeri 2021 yang digelar Jum’at (20/8), Haedar Nashir membacakan puisi yang berjudul “Kampoengku”.

Puisi tersebut kemudian juga dibacakan oleh Sastrawan Heru Joni Putra yang berduet dengan David K Alka, alumni INS Kayu Tanam dan dipublikasikan via kanal YouTube JIBPost

Sastrawan Heru Joni Putra merupakan tokoh seni 2017 versi Majalah Tempo. Buku puisi pertamanya berjudul “Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa” (2017) yang memperoleh penghargaan sebagai Buku Sastra Terbaik 2017 versi Majalah TEMPO. Buku tersebut sudah dialihbahasakan ke bahasa Inggris oleh George A Fowler dengan judul “Will Badrul Mustafa Never Die: Verse from the Front” (2020).

Sementara itu, David K Alka, puisi-puisinya sejak SMA di INS pernah dimuat di Majalah Sastra Horizon. Selain itu pernah menjadi nominasi dalam lomba menulis puisi antologi “Bung Hatta dalam Puisi” (2001). Sajaknya juga masuk dalam buku “Dian Sastro for President” (2004), Luka Aceh Duka Semua (2005), Muhammadiyah Sebagai Tenda Kultural (2004), dll. Pernah membaca puisi dai Kafe Sastra Jakarta, Ambon, Padang, Bengkulu, dll.

Perlu diketahui, INS Kayu tanam sendiri telah banyak melahirkan sastrawan-sastrawan kenamaan. Tokoh-tokoh yang pernah menempuh pendidikan di INS Kayu Tanam, di antaranya A.A. Navis, Mochtar Lubis (Pendiri Harian Indonesia Raya dan Majalah Horizon), Tarmizi Taher (Mantan Menteri Agama), dan masih banyak lagi.

Buka Kampung Kreativitas Nasional Muhammadiyah untuk Negeri tahun 2021, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sampaikan bahwa KH Ahmad Dahlan pro kebudayaan, dan menjadikan budaya sebagai sarana dakwah.

Dalam acara Kampung Kreativitas Nasional Muhammadiyah untuk Negeri ini Haedar meminta kepada kader dan elite Muhammadiyah untuk mendukung dan menaruh perhatian akselerasi kegiatan kebudayaan dan membangun kebudayaan berkemajuan. Kader dan elite Muhammadiyah tidak boleh anti terhadap kebudayaan, sebab menurut Fatwa Majelis Tarjih kebudayaan bukan suatu yang diharamkan.

Berikut puisi “Kampoengku” karya Prof. Haedar Nashir:

Kampoengku

Dulu ditulis Kampoeng

Sekarang dieja Kampung

Di Portugis aselinya Campo

Bernama sama di negeri serumpun

Berpenduduk rukun hidup berhimpun

Kampoengku

Ranah terkecil berhunikan warga

Alamnya kaya anugerah Allah Pencipta

Berkomunitas satu bermahkota budaya

Kuat adab taat beragama

Tonggak utama hidup berbangsa

Kampoengku

Engkau suluh masa laluku

Di rantau jauh orang mengenangmu

Pulang kampung terjadi selalu

Jalin ikatan kuat menyatu

Asa hidup menyala di kalbu

Kampoengku

Masihkah lugu seperti dulu

Alam dirawat sejiwa sekalbu

Setiap warga saling membantu

Masalah bersama dipecahkan selalu

Bersendi guyub rukun bersatu

Kampoengku

Apa jejakmu setanggguh dulu

Ketika zaman berubah arah

Media sosial mengubah wajah

Lingkungan kian tak ramah

Hubungan warga sarat ananiyah

Kampoengku

Ketika di tanahmu mewabah pandemi

Alam marah terkuras kerakusan

Warga terbelah berebut serpihan kepentingan

Sadarkanlah dengan jiwamu nan aseli

Agar Nur Ilahi datang merahmati

Kampoengku

Kami rindu paras aselimu

Tanah leluhur warisan generasimu

Antargolongan hidup damai bersatu

Gemah ripah unggul nan maju

Itulah Kampung Indonesiaku!

Tinggalkan Balasan