MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Menyongsong Indonesia Emas 2045, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak bisa berjalan landai untuk agenda-agenda strategis satu abad Indonesia.
Dalam hal ini, Haedar menyebut bahwa kunci Indonesia Emas selain terletak kepada ekonomi yang tangguh, juga diperlukan sumber daya manusia yang mandiri, berkualitas, berdaya saing tinggi sebagaimana pesan dalam pasal 31 UUD 1945 tentang pendidikan di Indonesia.
“Maka dari itu, kita tidak bisa berjalan landai dalam menyongsong Indonesia yang maju. Perlu ada terobosan-terobosan di bidang pendidikan karena pendidikan adalah kunci pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan pendidikan menjadi pilar strategis kemajuan bangsa,” ujar Haedar pada Rabu (21/10).
Maka dari itu, Haedar menekankan bahwa terdapat banyak aspek yang perlu ditingkatkan selain aspek akreditasi yang unggul. Untuk hal ini, ia berharap agar semakin banyak generasi-generasi muda Indonesia yang memiliki akhlak dan karakter kuat, cakap, berilmu, serta bisa duduk tinggi sejajar dengan bangsa lain.
“Di situlah konsen Muhammadiyah. Artinya, Muhammadiyah sedang konsen kepada investasi di sektor pendidikan. Jadi kita ingin semakin banyak sekolah Muhammadiyah yang bertaraf Internasional,” tegasnya.
Selanjutnya, selain berfokus kepada peningkatan kualitas pendidikan, Haedar tak lupa menjelaskan bahwa Muhammadiyah juga berfokus kepada “pembenahan”.
Dalam realitas bangsa terkini, masih banyak sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk juga sekolah Muhammadiyah yang masih butuh perbaikan dan terobosan untuk maju. Maka dari itu, Haedar menekankan perlunya sinergi antar seluruh elemen dan kekuatan bangsa.
“Artinya tidak berjalan sendiri. Sekarang ini harus satu atap dalam membangun strategi pendidikan di Indonesia. Mau negeri, mau swasta harus menjadi pilar, satu kesatuan untuk Indonesia maju, Indonesia emas yang sejalan dengan cita-cita kemerdekaan,” pungkasnya. (Bhisma)






