Kamis, 22 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Dorong Kolaborasi Pendanaan untuk Perluas Akses Beasiswa

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah Dorong Kolaborasi Pendanaan untuk Perluas Akses Beasiswa

MUHAMMADIYAH.OR.ID JAKARTA – Mengemban amanah untuk pengembangan sumber daya manusia di pelbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA) sebagai penyalur bantuan dana pendidikan, mendorong kolaborasi aktif dengan berbagai pihak guna membuka lebih banyak kesempatan beasiswa.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama MSA, Muhammad Taufiqurrahman yang menjadi salah satu panelis dalam agenda Global Scholarship Summit (GSS) 2026 dengan tajuk “Funding the Future: Connecting Capital, Institution, and Talents”, di Jakarta, pada Kamis (15/10).

Untuk diketahui, GSS merupakan forum eksklusif yang mempertemukan penyedia dana global, unsur pemerintah, dunia usaha, filantropi, dan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia (AJBI).

Taufiqurrahman menyebut keterlibatan MSA dalam forum, membuktikannya sebagai pihak yang dipercaya dalam forum dialog lintas sektor untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas peluang pengembangan ekosistem beasiswa Indonesia.

Menyinggung program beasiswa, Taufiqurrahman menjelaskan beasiswa harus dibuat sesuai dengan tujuannya. Menurutnya, keberhasilan beasiswa akan terlihat saat terjadinya keselarasan antara kompetensi penerima dengan kebutuhan masyarakat.

“Merancang beasiswa perlu mempertimbangkan hasil yang ingin dicapai setelah penerima menyelesaikan program beasiswa,” sebut Taufiqurrahman.

Di samping itu, Taufiqurrahman mendedahkan MSA, selain mengemban amanah Pimpinan Pusat (PP) sebagai penyalur bantuan pendidikan, namun juga perencana dan pengembang talenta khusus di lingkungan Muhammadiyah.

“Upaya ini mencakup pengembangan sumber daya manusia di 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta 5.346 satuan pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya.

Pengembangan talenta khusus, menurut Taufiqurrahman, juga perlu menjangkau tidak hanya pada pembiayaan gelar formal S1, S2, dan S3, sebaliknya mencakup pendidikan vokasi serta literasi kecerdasan buatan dan sebagai sistem yang menghubungkan talenta, pendidikan, pendanaan, dan hasil di dunia kerja.

Taufiqurrahman mengungkap untuk mewujudkan pendanaan yang lebih luas perlu diusahakan berbagai cara termasuk melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, juga wakaf serta kolaborasi dengan perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Di akhir, sebagai tindak lanjut dari forum, Taufiqurrahman menyingkap dua rencana strategis, yakni pengorganisasian funding sebagai kolaborasi dengan dunia usaha dan pelembagaan akses informasi beasiswa secara menyeluruh.

Perihal akses informasi beasiswa, Taufiqurrahman menyambut kedatangan SatuBeasiswa, portal yang menghubungkan pencari beasiswa dengan pemberi beasiswa yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Sementara itu, Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Christie membeberkan portal SatuBeasiswa ditujukan untuk wadah transparansi informasi beasiswa kepada masyarakat dan memudahkan pemberi beasiswa mempublikasikan programnya.

“Melalui SatuBeasiswa, kami ingin memperlihatkan secara transparan kepada masyarakat bahwa kesempatan itu ada. Jangan sampai putus harapan,” ujar Stella Christie. (Alam)

Tinggalkan Balasan