Kamis, 22 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah dan KBRI Yaoundé Jajaki Kolaborasi Pendidikan hingga Kesehatan

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah dan KBRI Yaoundé Jajaki Kolaborasi Pendidikan hingga Kesehatan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjajaki peluang kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaoundé dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dakwah, hingga kesukarelawanan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Kamerun dan kawasan Afrika Tengah.

Penjajakan tersebut dibahas pada Rabu (21/10) dalam kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, ke Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Kunjungan diterima oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, dan Anggota Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Bunyan Saptomo.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahya Sumirat menjelaskan, Kamerun memiliki komunitas Muslim yang diperkirakan mencapai 8–9 juta jiwa dari total sekitar 30 juta penduduk, dengan persebaran antara lain di wilayah utara dan barat serta keberadaan sejumlah lembaga pendidikan dan layanan sosial.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang kolaborasi dengan Muhammadiyah yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan pendidikan, pelayanan kesehatan, kesukarelawanan.

“Saya melihat bahwa Muhammadiyah merupakan best practice, contoh yang sangat bagus untuk meningkatkan keberdayaan sosial dan ekonomi dengan berlatarbelakangkan keislaman,” ujar Agung.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah organisasi Islam di Kamerun membutuhkan dukungan dari Indonesia untuk mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesukarelawanan, sehingga KBRI Yaoundé berupaya menjembatani peluang kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan di Indonesia.

Agung juga menilai, kerja sama tersebut dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan corak Islam Indonesia yang moderat kepada komunitas Muslim di Afrika.

“Kita mengembangkan moderasi Islam, mengoneksikan moderasi Islam ala Indonesia dengan berbagai model keislaman yang ada di Afrika,” tuturnya.

Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, menyambut baik penjajakan tersebut dan menilai Kamerun memiliki potensi dakwah yang terbuka untuk dikembangkan melalui berbagai kegiatan sesuai dengan kapasitas Muhammadiyah.

“Ada beberapa hal yang menurut saya menarik untuk bisa dikerjasamakan antara Kedutaan Besar Indonesia di Yaoundé dengan Muhammadiyah,” jelas Izzul.

Ia menyebut pendidikan, kesehatan, dan kesukarelawanan sebagai bidang yang berpotensi dikolaborasikan, termasuk kemungkinan kegiatan kesukarelawanan bagi generasi muda Muhammadiyah untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di kawasan tersebut.

Izzul menambahkan bahwa keterlibatan organisasi kemasyarakatan dapat melengkapi hubungan antarpemerintah dengan mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Kamerun.

Penjajakan ini sejalan dengan semangat Risalah Kesemestaan Muhammadiyah untuk memperluas kerja sama lintas negara dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui dakwah, pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta kegiatan sosial kemanusiaan. (Taufik)

Tinggalkan Balasan