Kamis, 22 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

‘Aisyiyah Hadirkan Rumah Oksigen untuk Lindungi Balita Terdampak Karhutla di Kalbar

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
‘Aisyiyah Hadirkan Rumah Oksigen untuk Lindungi Balita Terdampak Karhutla di Kalbar

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KALBAR – Kantor Lazismu Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menyalurkan bantuan untuk mendukung penyediaan Rumah Oksigen Balita bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Program ini ditujukan untuk membantu melindungi kesehatan bayi dan balita yang rentan terhadap paparan kabut asap.

Berdasarkan rilis yang diterima tim redaksi pada Selasa (20/10), bantuan disalurkan kepada Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat untuk mendukung penanganan dampak kabut asap, terutama bagi bayi dan balita yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.

Selain memperhatikan aspek kesehatan, program Rumah Oksigen Balita juga dirancang untuk memberikan kenyamanan psikologis bagi anak-anak. Lingkungan yang aman dan nyaman, dilengkapi sarana pendukung yang memadai, diharapkan dapat mengurangi rasa takut, membantu pemulihan psikologis melalui trauma healing, serta menyediakan ruang istirahat yang layak bagi balita selama bencana berlangsung.

Penanggung jawab program KL Lazismu PP ‘Aisyiyah, Rifka Anisa, menjelaskan bahwa Rumah Oksigen Balita berlokasi di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Bantuan disalurkan melalui PWA Kalimantan Barat dan selanjutnya dikelola oleh Lazismu Kalimantan Barat. Pelaksanaan program ini turut melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kalimantan Barat untuk memastikan dukungan dapat diberikan secara terkoordinasi.

Unsur yang terlibat antara lain PWA Kalimantan Barat, Lazismu Kalimantan Barat, Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PWA, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Kalimantan Barat, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kubu Raya, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Kubu Raya, serta Majelis Kesehatan Sosial (MKS) PWM Kalimantan Barat.

“Melalui dukungan tersebut, Kantor Lazismu PP ‘Aisyiyah berharap beban keluarga yang terdampak karhutla, khususnya yang memiliki bayi dan balita, dapat berkurang. Program Rumah Oksigen Balita diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sekaligus memberikan dukungan terhadap kesehatan dan kondisi psikologis mereka selama menghadapi bencana,” ujar Rifka.

Adapun bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan untuk menunjang operasional Rumah Oksigen Balita. Bantuan tersebut meliputi alat pemurni udara (air purifier) Aqua Purifier KJ300F-VNUI, masker, tisu basah dan kering, serta perlengkapan istirahat berupa kasur, bantal, tikar, karpet, rak penyimpanan, dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

Lazismu PP ‘Aisyiyah juga menyediakan makanan ringan untuk balita, susu, vitamin anak, serta peralatan kesehatan, seperti nebulizer Omron NE-C28, termometer, dan timbangan digital. Untuk mendukung kenyamanan anak selama berada di lokasi, tersedia pula permainan edukatif yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana bermain sekaligus membantu menjaga kondisi psikologis mereka di tengah situasi bencana.

Sementara itu, pengembangan layanan Rumah Oksigen di Kalimantan Barat kini telah menjangkau sejumlah titik di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Titik-titik tersebut meliputi SMA Muhammadiyah 1 Pontianak sebagai Posko Koordinasi Utama Karhutla Muhammadiyah Kalimantan Barat, ITEKES Muhammadiyah Kalbar di Sungai Raya Dalam, Universitas Muhammadiyah Pontianak di Jalan Ahmad Yani, Politeknik ‘Aisyiyah (POLITA) Pontianak di Jalan Ampera, SMK 1 Muhammadiyah Kubu Raya di Rasau Jaya, serta SD Muhammadiyah 1 dan 2 Pontianak.

Dukungan layanan lainnya tersedia di Muhammadiyah Health Care Center (MHCC) Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya. Selain itu, terdapat layanan Rumah Oksigen bergerak yang menjangkau Parit Timur, Sungai Ambawang, dan Puskesmas Korpri di Sungai Raya Dalam. Pengembangan layanan juga menjangkau Kabupaten Sintang melalui kolaborasi Muhammadiyah dan Forstar.

Kolaborasi berbagai unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak karhutla. Melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ruang yang ramah anak, serta duku ngan kebutuhan dasar, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah berupaya memastikan bayi dan balita memperoleh perlindungan dan pendampingan selama masa darurat.

Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui layanan yang memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan kelompok paling rentan. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan