Minggu, 4 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah dan PMI Sepakat Perkuat Kolaborasi Penanggulangan Bencana

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah dan PMI Sepakat Perkuat Kolaborasi Penanggulangan Bencana

MUHAMMADIYAH.OR.ID , YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Palang Merah Indonesia (PMI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai sinergisitas pelayanan kemanusiaan dan peningkatan kapasitas organisasi.

Penandatanganan tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief dalam Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center PP Muhammadiyah di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV) pada Ahad (13/9).

Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi penanganan darurat bencana serta mengoptimalkan jaringan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak.

Dalam pidato pengarahannya, mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini juga menyampaikan alasan kerjasama ini didasari bahwa Muhammadiyah memiliki potensi yang sangat besar dalam aksi penanggulangan bencana nasional. Potensi tersebut didukung oleh keberadaan jaringan rumah sakit, perguruan tinggi, mahasiswa, serta relawan yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui kesepakatan ini, kedua lembaga berkomitmen menjadi wadah penguatan layanan serta respons terhadap isu kebencanaan di ranah domestik maupun internasional dan sedia memfasilitasi penyiapan sumber daya manusia lewat penyetaraan standar melalui pelatihan, pembinaan, dan sertifikasi kompetensi relawan.

Selanjutnya, nota kesepahaman ini juga menitikberatkan pada perbaikan melalui peningkatan tata kelola kedua organisasi. Kemitraan keduanya akan mendorong adanya pertukaran data dan informasi secara terpadu dan efisien yang dibarengi perluasan kolaborasi di bidang akademik dan peningkatan masyarakat.

Langkah-langkah ini ditujukan demi adanya kolaborasi antar sesama relawan dan melahirkan rumusan mitigasi serta kebijakan kebencanaan yang tepat dan cepat juga berbasis data lapangan.

“Di lapangan itu perlu kerjasama dengan semua pihak, siapapun punya apa akan kita gabungkan. Menangani bencana itu, perlu relawan yang banyak,” ujar JK menanggapi MoU.

Budi Setiawan selaku Ketua MDMC PP Muhammadiyah menanggapi sinergisitas antara kedua lembaga dengan positif. Menurutnya, selain memang lembaganya sering bersinggungan dengan PMI saat di lapangan, juga harapnya, MDMC dapat belajar dari PMI dan memiliki payung hukum lebih kuat saat beraksi di lapangan.

“Karena PMI mempunyai fasilitas, mempunyai sistem yang tertata, sehingga nanti kita bisa belajar bersama sehingga dapat mengetuk pintu di banyak daerah,” sebut Budi. (Alam)

Tinggalkan Balasan