Kamis, 17 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Lazismu BPKH RI Kolaborasi Bangun Ruang Kelas Madin di Sorong

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Lazismu BPKH RI Kolaborasi Bangun Ruang Kelas Madin di Sorong

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SORONG – Lazismu dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI kerja sama bangun tiga ruang kelas Madrasah Diniyah (Madin) Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Dalam rilis yang diterima pada (17/9) Anggota Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan, tiga ruang kelas yang dibangun akan digunakan untuk membangun generasi masa depan yang berilmu dan berakhlak.

“Yayasan madrasah dan seluruh masyarakat sekitar bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Papua, khususnya di Kabupaten Sorong,” katanya.

Artati menilai dengan pembangunan tiga ruang kelas baru nilai manfaatnya bisa dirasakan secara lebih luas dalam mendukung terwujudnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi dalam membangun masyarakat dan negeri.

Sedangkan, Anggota Komite Investasi dan Penempatan BPKH RI, Yogashwara Vidyan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, sejak tahap awal hingga selesainya pembangunan ruang kelas Madrasah Diniyah DDI Katimin, Sorong.

“Semoga ruang kelas ini menjadi tempat tumbuhnya ilmu, iman, akhlak, dan amal saleh serta menjadi sarana pendidikan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat dan umat,” katanya.

Penanggung Jawab Program Kemaslahatan BPKH – Lazismu untuk pembangunan tiga ruang kelas, Andi Kurniawan menjelaskan, pembangunan Madrasah Diniyah DDI Katimin diagendakan selama 100 hari Kalender. Proses Pembangunan dimulai pada 27 Desember 2025 hingga 5 April 2026.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus DDI, Muhammad Nur, turut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang telah menyalurkan bantuan berupa 3 Ruang Kelas Baru melalui Lazismu.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian negara terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan dan dakwah di lingkungan DDI, sehingga proses belajar mengajar serta kegiatan keagamaan dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan produktif,” tutup Nur.

Tinggalkan Balasan