MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Tak sekadar akademik yang akan menunjang karir alumni perguruan tinggi dalam mengarungi dunia profesional, melainkan juga akhlak al karimah dan juga budi pekerti yang luhur.
Capaian akademik, akhlak yang baik, dan budi pekerti luhur itu dapat didapatkan ketika menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy pada Selasa (29/9) dalam Wisuda ke-123 Periode III Sesi 3 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Akhlakul karimah, budi pekerti. Dan budi pekerti itulah modal utama saudara, di samping kemampuan profesional dan kemampuan bakat yang anda miliki,” ungkapnya.
Setelah lulus dari UMM, kata Muhadjir, seperti kelahiran kedua seorang anak– setelah lahir yang pertama dari kandungan ibu. Berbagai bekal telah diberikan selama para mahasiswa di kandungan UMM.
Maka, setelah lahir atau lulus mahasiswa diharapkan tidak berhenti maupun berpangku tangan, apalagi lengah dalam menghadapi kehidupan. Mahasiswa Muhammadiyah harus bergegas, jangan berhenti, dan jangan bersantai.
“Tetapi harus segera bangkit untuk mengejar capaian yang berikutnya. Seperti disarankan di dalam Al Qur’an,” kata Muhadjir.
Muhadjir mengingatkan, bahwa dalam melakukan segala usaha tidak boleh berjarak dengan Allah Swt. Sebab kepada Allah Swt semua makhluk bersandar, dan memohon pertolongan.
“Itulah ciri kader, ciri mahasiswa alumni Universitas Muhammadiyah Malang tidak pernah meluangkan memberikan kesempatan satu menit pun waktunya untuk bersantai, terbuang,” imbuhnya.






