Jumat, 2 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Mengenalkan KHGT Perlu Ketekunan, Bukan Sekadar Waktu Singkat

Oleh aanardianto • • 1 Menit Min
Mengenalkan KHGT Perlu Ketekunan, Bukan Sekadar Waktu Singkat

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PONOROGO – Tantangan paling berat yang dihadapi oleh para pendakwah agama Islam adalah konsisten atau istikamah. Maka kader Muhammadiyah harus siap dan jangan mudah putus asa, kemudian menyerah.

Pesan itu disampaikan Dewan Pakar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Zakiyuddin Baidhawy pada (19/7) dalam Pengajian Ahad Pagi Al Manar di UM Ponorogo.

Menurut Prof. Zakiyuddin, kader sekaligus mubalig Muhammadiyah wajib belajar sejarah tentang konsistensi dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, bahwa selama 13 tahun dakwah di Makkah, Nabi baru mendapat 40 pengikut.

Kemudian hijrah ke Madinah, dan berdakwah selama 13 tahun di Madinah, Islam diterima kemudian jumlah pemeluknya bertambah dan berkembang pesat menjadi lebih dari 100.000 ribu orang.

Selain itu, kader dan mubalig Muhammadiyah juga perlu mendalami pembaruan yang dilakukan oleh Kiai Ahmad Dahlan. Zakiyudin menyampaikan sejarah meluruskan arah kiblat masjid yang dilakukan Kiai Dahlan.

“Menegakkan risalah tauhid dibutuhkan jumlah ratusan nabi dan ratusan rasul. Lalu kalau Kiai Ahmad Dahlan dulu meluruskan kiblat ternyata butuh satu abad,” katanya.

Setelah satu abad, kini umat Islam di Indonesia ketika membangun masjid dimulai dengan mengukur arah kiblat– itu salah satu bukti betapa dakwah itu membutuhkan konsistensi atau istikamah.

“Apalagi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) kan baru setahun yang lalu. Sabar pak. Kalau masih ada pro-kontra biasa gitu, kan mungkin butuh satu abad lagi,” kata Prof. Zakiyuddin.

“Jadi ujiannya berdakwah itu sejauh mana kita bisa konsisten dan bisa istikamah,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan