MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAGELANG – Di Muhammadiyah yang penting bukan ‘sinten’ atau siapa, melainkan yang lebih utama adalah sistem, termasuk juga tidak bergantung pada sopo tapi SOP (Standar Operasional Prosedur).
Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dalam Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) Kabupaten Magelang pada Ahad (5/7).
Maka dengan demikian, sosok atau siapapun yang memimpin Muhammadiyah, gerakan dakwah ini akan tetap terus menunjukkan kemajuan. Sistem dan SOP, sambung Mu’ti, menjadikan Muhammadiyah ini terus berkembang.
“Siapapun yang memimpin Muhammadiyah yang akan datang, dia adalah pemimpin yang melalui penjenjangan perkaderan yang sangat disiplin dan sangat sistematis,” ungkapanya.
Bagi Mu’ti, seluruh permusyawaratan di Muhammadiyah diselenggarakan dengan tata kelola yang bersih, serta senantiasa mengedepankan keadaban dan mengedepankan kebersamaan untuk kemajuan persyarikatan di masa mendatang.
Oleh karena itu, seluruh permusyawaratan di Muhammadiyah termasuk Muktamar 2027 di Medan telah disiapkan dengan matang-matang. Maka, meskipun masih dilaksanakan tahun 2027, kepanitiaan Muktamar 49 sudah dibentuk.
Dalam waktu dekat, atau Bulan November 2026, PP Muhammadiyah akan menyelenggarakan Musyawarah Tanwir di Palu, Sulawesi Tengah. Tanwir ini akan membahas beberapa agenda penting yang akan di bawah ke Muktamar 49.
Tanwir 2026 di Palu direncanakan setidaknya akan membahas beberapa materi, yakni terkait perubahan Anggaran Dasar, Program Strategis Muhammadiyah 2027-2052, dan risalah Muhammadiyah sebagai gerakan internasional.
“Itu pokok yang nanti akan kita bahas dan nanti setelah selesai diputuskan di Tanwir kita kirim ke anggota-anggota Muktamar, sehingga nanti semuanya sudah siap untuk memberikan masukan-masukan yang terbaik,” ungkapnya.
Selain persiapan materi untuk Muktamar 49, saat ini juga sedang tahap pembangunan Venue Muktamar 49, baik Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah. Bahkan venue untuk Muktamar ‘Aisyiyah dalam beberapa bulan ke depan sudah rampung.






