Minggu, 4 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Busyro Muqoddas Tegaskan Pelayanan Kesehatan Muhammadiyah Berorientasi Kemanusiaan

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
Busyro Muqoddas Tegaskan Pelayanan Kesehatan Muhammadiyah Berorientasi Kemanusiaan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANJARNEGARA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang dikembangkan Muhammadiyah bukan sekadar aktivitas kelembagaan, melainkan bagian dari dakwah kemanusiaan untuk menghadirkan keadilan sosial dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Busyro dalam acara Milad ke-7 RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara sekaligus Peresmian Gedung Rawat Inap dan Poliklinik Terpadu pada Kamis (21/5).

Menurut Busyro, sejak awal berdiri Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang dakwah keagamaan, tetapi juga membangun pelayanan sosial yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat. Karena itu, rumah sakit Muhammadiyah harus hadir sebagai ruang pengabdian yang memadukan nilai keislaman, profesionalisme, dan kepedulian kemanusiaan.

“Rumah sakit Muhammadiyah tidak boleh sekadar menjadi institusi pelayanan medis, tetapi harus menjadi bagian dari gerakan dakwah yang mencerahkan dan memuliakan manusia,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip Q.S. Ibrahim ayat 24, “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit.”

Menurut Busyro, Muhammadiyah merupakan manifestasi dari nilai ayat tersebut, yakni gerakan yang memiliki akar keimanan dan keilmuan yang kokoh sekaligus terus tumbuh memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Gerakan Muhammadiyah harus seperti pohon yang baik; akarnya kuat dalam nilai Islam, tetapi cabangnya menjulang dan memberi manfaat bagi kehidupan umat manusia,” tegasnya.
Busyro juga mengapresiasi perkembangan RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara yang dalam tujuh tahun terakhir terus memperluas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Peresmian Gedung Rawat Inap dan Poliklinik Terpadu, menurutnya, menjadi bentuk nyata komitmen Muhammadiyah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik, inklusif, dan bermartabat.

Ia menilai problem kesehatan saat ini tidak lagi berdiri sendiri sebagai persoalan medis semata, melainkan telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan mental, ketahanan keluarga, hingga kualitas sumber daya manusia bangsa. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan harus dijalankan dengan orientasi kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan semata-mata logika bisnis.

“Pelayanan kesehatan adalah bagian dari amanat kemanusiaan. Di dalamnya ada tanggung jawab moral untuk merawat kehidupan, menjaga martabat manusia, dan menghadirkan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Busyro juga mengingatkan bahwa karakter gerakan Muhammadiyah adalah gerakan yang tidak pernah berhenti dalam berkhidmat untuk umat dan bangsa. Ia mengutip Q.S. Al-Insyirah ayat 7, “Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi spirit Muhammadiyah dalam membangun amal usaha dan pelayanan publik secara berkelanjutan.

“Muhammadiyah tidak boleh berhenti hanya karena telah mencapai satu capaian. Setelah satu pekerjaan selesai, maka harus bergerak untuk kerja-kerja kemaslahatan berikutnya,” tegas Busyro.
Ia menambahkan, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab historis sebagai gerakan pembaru untuk terus merawat Indonesia melalui amal usaha yang memberi manfaat nyata bagi umat. Rumah sakit Muhammadiyah, lanjutnya, harus menjadi contoh bagaimana nilai keagamaan diwujudkan dalam pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berkeadaban.

Menutup sambutannya, Busyro mengajak seluruh tenaga kesehatan, dokter, dan pengelola rumah sakit untuk menjaga semangat pengabdian serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada ilmu, etika, dan pelayanan humanis.

“Merawat kesehatan masyarakat adalah bagian dari merawat masa depan bangsa. Muhammadiyah harus terus hadir di tengah rakyat dengan kerja-kerja nyata yang membawa kemaslahatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan