Senin, 2 November 2026
ID EN AR
ID EN AR

Napak Tilas KH Mas Mansur, Warnai Pelaksanaan Munas Tarjih ke XXXIII

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
Napak Tilas KH Mas Mansur, Warnai Pelaksanaan Munas Tarjih ke XXXIII

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke- XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), pada 5–7 November 2026. Kegiatan ini akan diikuti ulama Tarjih Muhammadiyah dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua, akan membahas lima materi utama.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ustadi Hamzah, dalam konferensi pers di Aula Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (2/11). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Ketua Panitia Munas Tarjih Ghoffar Ismail.

Ustadi menjelaskan, lima materi yang akan dibahas meliputi Risalah Akidah Islam, Risalah Akhlak Islam Praktis, Fikih Lanjut Usia, Fikih Kedaulatan Pangan, serta Pengembangan Himpunan Putusan Tarjih (HPT), khususnya terkait bacaan tatswib. Pembahasan akan dibagi ke dalam lima komisi yang diisi para ulama sesuai bidang keahliannya.

Selain sidang Munas, rangkaian kegiatan juga akan menghadirkan dua seminar nasional. Seminar pertama mengangkat tema “Menuju Kedaulatan Pangan Berbasis Nilai Islam: Ikhtiar Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa”.

Seminar ini menghadirkan Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Jawa Timur Ismatul Hidayah, Mohammad Soehadha dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, serta Elfi Anis Sa’ati dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sementara itu, seminar kedua mengangkat tema “Manhaj Tarjih dan Ijtihad Muhammadiyah: Warisan KH Mas Mansur sampai Problem Kebangsaan Masa Kini”. Seminar tersebut menghadirkan Ahmad Jaenuri dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ustadi Hamzah, serta Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah Ridho Al-Hamdi.

Menurut Ustadi, Surabaya dipilih sebagai lokasi Munas karena memiliki keterkaitan historis dengan perjalanan Tarjih Muhammadiyah. Kota ini juga menjadi tempat napak tilas pemikiran dan perjuangan KH Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah asal Surabaya sekaligus pahlawan nasional yang dikenal sebagai salah satu anggota Empat Serangkai.

“Mas Mansur adalah peletak dasar ijtihad kolektif sekaligus ketua pertama Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” jelasnya.

Ia menambahkan, KH Mas Mansur memiliki peran penting dalam meletakkan fondasi pemikiran Tarjih Muhammadiyah sekaligus mewariskan gagasan kebangsaan. Karena itu, seminar kedua akan mengulas kontribusi pemikiran dan perjuangannya dalam konteks keislaman dan kebangsaan.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa KH Mas Mansur, panitia juga akan memberikan penghargaan kepada keluarganya. Selain itu, diselenggarakan kegiatan Muhammadiyah Heritage Walk berupa kunjungan ke rumah KH Mas Mansur, masjid yang berkaitan dengan awal gerakan ketarjihan yang dipeloporinya, serta makam beliau.

Dalam rangkaian Munas tersebut, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga akan meluncurkan Chat HPT. Layanan digital ini dirancang untuk memudahkan masyarakat menemukan berbagai putusan Tarjih Muhammadiyah, mulai dari bidang ibadah, akidah, akhlak, hingga muamalah duniawiyah.

“Satu kanal digital untuk menemukan apa pun putusan Muhammadiyah di bidang apa pun,” terang Ustadi.

Setelah diluncurkan dalam Munas Tarjih ke-33, Chat HPT direncanakan terintegrasi dengan aplikasi Super App Muhammadiyah, MASA, yang dapat diunduh melalui Play Store dan App Store.

Ustadi menegaskan bahwa layanan tersebut secara khusus memuat putusan resmi Muhammadiyah. Karena itu, tema-tema di luar putusan Tarjih belum tersedia dalam kanal tersebut.

Ia berharap kegiatan Muhammadiyah Heritage Walk dapat menjadi sarana mengenang sekaligus menghubungkan perjuangan KH Mas Mansur sekitar satu abad lalu dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini.

“Muhammadiyah Heritage Walk itu menjadi media untuk bagaimana kita mengingat jasa-jasa dan perjuangan Kiai Haji Mas Mansur,” pungkasnya. (Alam)

Tinggalkan Balasan