MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melepas keberangkatan peserta program Balik Kerja Bareng BPKH 2026 di Halaman Balai Kota Yogyakarta, Senin (23/3). Program ini menjadi bagian dari rangkaian Berkah Ramadan 1447 H sekaligus penutup dari enam kegiatan kemaslahatan selama bulan suci.
Pada tahun keempat penyelenggaraannya, program balik kerja gratis ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Di Yogyakarta, jumlah pendaftar mencapai 2.743 orang, sementara kuota yang tersedia hanya 675 peserta. Tingginya minat tersebut menunjukkan angka pendaftaran melampaui 400 persen dari kapasitas.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Susliyowati, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata distribusi nilai manfaat dari Dana Abadi Umat (DAU). Ia memastikan bahwa program tersebut tidak menggunakan dana setoran awal haji milik jemaah.
“Program Balik Kerja ini merupakan bentuk nyata distribusi nilai manfaat dari Dana Abadi Umat (DAU), yaitu dana yang berasal dari efisiensi penyelenggaraan haji sebelum BPKH berdiri. Kami tegaskan bahwa seluruh pendanaan program ini tidak menggunakan dana setoran awal haji milik jemaah, sehingga pokok dana jemaah tetap terjaga dan dikelola secara syariah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemisahan pengelolaan dana tersebut sesuai amanah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014, guna memastikan tata kelola keuangan haji berlangsung secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk kemaslahatan umat.
Secara nasional, program ini dilaksanakan di empat titik keberangkatan, yakni Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Lampung. Sebanyak 60 bus eksekutif disiapkan untuk melayani 2.700 penerima manfaat, dari total lebih dari 11.000 pendaftar di seluruh Indonesia.
Kegiatan pelepasan di Yogyakarta turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Dedi Budiono, serta CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha.
BPKH menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dan Rumah Zakat sebagai mitra kemaslahatan atas sinergi yang terjalin. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya transportasi pascalebaran serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja yang kembali ke perantauan.






