MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAKASSAR – Muktamar ke-24 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menjadi momen bersejarah sekaligus penuh makna bagi Pimpinan Pusat IPM periode 2023–2025. Forum tertinggi organisasi pelajar Muhammadiyah ini secara resmi menandai berakhirnya masa kepemimpinan Ketua Umum PP IPM, Riandy Prawita Putra, bersama seluruh jajaran pengurus pusat.
Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Riandy menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas kerja kolektif yang terbangun selama lebih dari dua tahun masa kepemimpinannya.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai hingga akhir periode. Kami bergerak selama kurang lebih dua tahun enam bulan dengan ratusan program, jutaan manfaat, dan begitu banyak rasa. Ini adalah perjalanan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Selama masa kepemimpinan tersebut, IPM merumuskan arah gerak organisasi berbasis Maqashid Syariah melalui enam Profil Pelajar Islami, yakni: taat beribadah; cerdas sebagai pembelajar dan berjiwa pembaharu; hormat kepada orang tua dan guru serta cinta tanah air; sehat jiwa dan raga; mandiri dan gemar memberi; serta cinta lingkungan.
“Enam profil ini menjadi kunci keberlangsungan IPM ke depan. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan kepemimpinan yang berdampak atau impactful,” tegas Riandy.
Ia menambahkan, keberhasilan kepemimpinan IPM tidak semata diukur dari slogan atau jargon organisasi, melainkan dari kehadiran nyata IPM dalam kehidupan sehari-hari pelajar Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
“Kepemimpinan IPM harus hadir dan dirasakan langsung oleh pelajar,” tambahnya.
Pada akhir sambutannya, Riandy mengapresiasi kerja-kerja nyata seluruh jajaran PP IPM yang telah berkontribusi aktif dalam menggerakkan roda organisasi. Sebagai penutup masa jabatan, seluruh pengurus PP IPM naik ke atas panggung untuk mengikuti prosesi foto bersama.
Prosesi tersebut turut disaksikan oleh jajaran pimpinan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tokoh-tokoh nasional, serta perwakilan pimpinan Muhammadiyah dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah.
“Kami yakin IPM tidak boleh bergerak secara stagnan. IPM harus adaptif dan progresif. Dengan arah baru IPM ke depan, kami berharap IPM semakin hebat dan jangkauannya semakin luas,” pungkas Riandy.
Muktamar ke-24 IPM menjadi penanda penting arah gerak IPM di masa kini dan masa depan. Bersama organisasi otonom Muhammadiyah lainnya, IPM diharapkan terus berkontribusi dalam membangun Persyarikatan Muhammadiyah yang berkemajuan, menyejahterakan umat dan bangsa, serta menebarkan nilai-nilai perdamaian bagi kemanusiaan global. (Bhisma)






