MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan Pameran SENUSA (Seni Nusantara) sebagai wujud dakwah kultural dan upaya menumbuhkan kepekaan budaya di kalangan generasi muda Muhammadiyah. Pameran bertema “Cerita dari Tanah Nusantara” ini resmi dibuka pada Rabu (7/1) dan berlangsung hingga 9 Januari 2026 di Lantai Dasar Gedung Perpustakaan UMY.
Kepala Bidang Seni Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Muttaqien, menyampaikan bahwa pameran SENUSA menjadi ruang belajar alternatif yang melampaui batas kelas formal. Menurutnya, seni dapat menjadi medium strategis untuk membangun kesadaran nilai, karakter, serta identitas kebudayaan mahasiswa.
“SENUSA menjadi wadah pertemuan antara tradisi, identitas, dan ekspresi kreatif generasi muda. Melalui seni, mahasiswa diajak untuk memahami dan memaknai nilai-nilai budaya sebagai bagian dari kehidupan,” ungkapnya.
Muhammad Muttaqien menambahkan, tema Cerita dari Tanah Nusantara menempatkan budaya sebagai entitas yang dinamis. Budaya tidak hanya dipahami sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai nilai kehidupan yang terus relevan dan dapat berdialog dengan perkembangan zaman.
Pameran SENUSA merupakan hasil kolaborasi mahasiswa semester 1 Ilmu Komunikasi UMY angkatan 2025 dari tujuh kelas dengan total sekitar 272 peserta. Sebanyak 42 karya ditampilkan melalui berbagai medium, mulai dari fotografi, lukisan atau poster, kriya, hingga instalasi seni. Karya-karya tersebut merepresentasikan proses berpikir kritis, kerja sama, serta keberanian mahasiswa dalam menafsirkan budaya Nusantara secara kreatif.
Ketua Panitia Pameran SENUSA, Aurani Natasya Putri, menjelaskan bahwa inspirasi karya-karya yang dipamerkan bersumber dari kekayaan budaya Indonesia yang hidup di tengah masyarakat, seperti tradisi, kebiasaan, nilai sosial, hingga aktivitas keseharian. Ia menilai karya tersebut sebagai bentuk respons kreatif mahasiswa agar budaya Indonesia tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Dalam proses persiapan, panitia menghadapi tantangan koordinasi lintas kelas serta pendataan dan pemantauan progres karya dari masing-masing kelompok. Namun, Aurani menilai tantangan tersebut justru menjadi bagian penting dari pengalaman belajar bersama yang memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarmahasiswa.
Aurani menambahkan, karya-karya dalam pameran ini mencerminkan keberagaman budaya Nusantara sekaligus menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian identitas budaya bangsa. Melalui pameran SENUSA, penyelenggara berharap pengunjung semakin mencintai budaya Indonesia, memahami keberagaman, serta mengenal praktik-praktik budaya yang hidup di masyarakat.
“Seni diharapkan dapat menjadi medium dakwah kultural yang mencerdaskan dan memperkuat peran mahasiswa Muhammadiyah sebagai insan intelektual yang berlandaskan nilai keislaman dan kebudayaan,” pungkasnya. (ghulam)






