Rabu, 7 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Sepakati MoU dengan Al-Quds University: Perkuat Diplomasi untuk Perdamaian dan Kemanusiaan Global

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah Sepakati MoU dengan Al-Quds University: Perkuat Diplomasi untuk Perdamaian dan Kemanusiaan Global

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Muhammadiyah, bersama Al-Quds University secara resmi menyepakati nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU)) terkait berbagai isu strategis dan kemanusiaan global. Kesepakatan tersebut resmi ditandatangani oleh kedua pihak setelah melaksanakan strategic meeting yang digelar Selasa 13 Januari 2025 bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Selanjutnya, dalam wawancara eksklusif bersama Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah, pada Rabu sore (14/1). Yayah mengungkap bahwa strategic meeting antara Muhammadiyah dan Al-Quds University merupakan langkah penting untuk mempertegas solidaritas Muhammadiyah untuk Palestina.

Ia menyebut komitmen ini tidak berhenti sebatas kepada isu kemanusiaan darurat, tetapi berlanjut pada kerja sama strategis berkelanjutan. Berbasis pada pendidikan, riset, dan pembinaan perdamaian.

“Hasil diskusi tersebut kemudian dituangkan secara formal dalam MoU antara PP Muhammadiyah dan Al-Quds University. Sehingga, hal ini dapat menjadi landasan institusional untuk membangun kolaborasi akademik dan kemanusiaan yang setara, berkelanjutan, dan bermartabat dengan semangat South-South Cooperation,” ungkap Yayah.

Sesuai dengan ruang lingkup MoU, Yayah memaparkan bahwa kerjasama dirancang secara realistis dan bertahap. Dalam hal ini, bentuk kerjasama mencakup kerjasama jangka panjang dan jangka pendek.

Dalam jangka pendek, kerjasama difokuskan pada program akademik (kuliah umum, seminar internasional, dan diskusi tematik tentang isu perdamaian dan keadilan global), pertukaran akademik non gelar, kolaborasi riset awal pada isu kesehatan masyarakat, trauma kolektif, pendidikan di wilayah konflik, dan peace studies, serta dukungan kemanusiaan berbasis penguatan kapasitas lokal dan institusi pendidikan.

Juga dalam jangka panjang, kerjasama dikembangkan menuju pada: riset bersama dan publikasi internasional, pengembangan program akademik strategis dan pusat kajian bersama, skema beasiswa dan wakaf/endowment pendidikan untuk keberlanjutan akses pendidikan tinggi, dan penguatan jejaring akademik global selatan-selatan/Global South-South yang adil dan setara.

“Bagi Muhammadiyah, kerja sama ini merupakan bentuk “Internationalization with Values” atau internasionalisasi yang berakar pada misi keislaman, kemanusiaan, dan keadilan sosial,” jelas Yayah.

Diplomasi dalam Kerangka Islam Berkemajuan

Sebagai lembaga yang berfokus pada kolaborasi, diplomasi dan advokasi internasional Muhammadiyah, LHKI PP Muhammadiyah terus menjalankan mandatnya dalam penguatan diplomasi kemanusiaan, kajian, dan advokasi tentang konflik, trauma kolektif, dan rekonsiliasi berbasis komunitas.

LHKI juga turut berkomitmen dalam melakukan kolaborasi lintas majelis, amal usaha, perguruan tinggi Muhammadiyah. Selain itu pada aspek internasionalnya, LHKI mempertegas tugasnya untuk terus melakukan perluasan jejaring dengan berbagai universitas dan organisasi masyarakat sipil internasional.

“Semua langkah ini ditempatkan dalam kerangka Islam berkemajuan yang berorientasi pada: pembebasan dari opresi, peningkatan martabat manusia, dan bina perdamaian berkelanjutan,” pungkas Yayah.

Kerja sama Muhammadiyah dan Al-Quds University menegaskan bahwa Palestina dibela tidak hanya dengan empati, tetapi dengan pengetahuan, keberlanjutan, dan solidaritas strategis.

Bagi Muhammadiyah, ini adalah ikhtiar panjang untuk menghadirkan Islam sebagai kekuatan pembebasan dan perdamaian global khususnya Global South, melalui pendidikan, riset, dan kerja kemanusiaan yang terinstitusionalisasi. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan