Rabu, 7 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhasabah Akhir Tahun: Menyiapkan Jawaban atas Lima Pertanyaan di Hari Kiamat

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhasabah Akhir Tahun: Menyiapkan Jawaban atas Lima Pertanyaan di Hari Kiamat

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta Andi Susesno menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya muhasabah diri dan perbaikan akhlak.

Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jumat (26/12). Khutbah ini menekankan bahwa takwa dan amal saleh merupakan bekal utama manusia dalam menapaki kehidupan dunia sekaligus menghadapi akhirat.

Mengawali khutbah, Andi mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat kesehatan dan kemudahan langkah menuju masjid guna menunaikan salat Jumat. Ia berharap ibadah yang dilaksanakan membawa rida dan keberkahan dari Allah Swt., serta menegaskan pentingnya meneladani Rasulullah saw. sebagai panutan dan uswah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam khutbahnya, Andi mengingatkan kembali pesan universal takwa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wa tazawwadu fa inna khayraz-zādi at-taqwā”, bahwa sebaik-baik bekal menuju Allah adalah takwa.

Menurutnya, cita-cita terbesar setiap Muslim adalah dimasukkan ke dalam surga Allah pada hari kiamat, dan syarat utamanya adalah iman yang dibuktikan dengan amal saleh.

Andi mengutip hadis Rasulullah saw. tentang surga yang disiapkan bagi hamba-hamba Allah yang saleh, kenikmatan yang belum pernah dilihat mata dan dirasakan manusia. Ia juga menegaskan firman Allah dalam Al-Qur’an yang menjanjikan surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taghābun dan Al-Baqarah.

Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa dalam perjalanan hidup, manusia tidak luput dari kesalahan dan khilaf. Rasulullah saw. menyatakan bahwa setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri.

Oleh karena itu, di penghujung tahun 2025 ini, jamaah diajak untuk melakukan muhasabah dan introspeksi sebagai persiapan menghadapi masa depan.

Menguatkan pesan tersebut, Andi mengutip pandangan seorang akademisi yang menyebutkan bahwa ciri pribadi yang hebat adalah adanya keinginan yang terus-menerus untuk berubah menjadi lebih baik. Kesadaran memperbaiki diri, menurutnya, tercermin dari kesiapan menerima kritik, masukan, dan nasihat dari siapa pun.

Rasulullah Saw, lanjut Andi, menyebut sikap tersebut sebagai bagian dari kebijaksanaan dan tawadu. Tawadu adalah lawan dari kesombongan, sementara kesombongan didefinisikan sebagai menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Sebaliknya, orang yang rendah hati dan mau menerima kebaikan dari siapa pun akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt.

Puncak khutbah diisi dengan pengingat tentang hadis Rasulullah saw. riwayat Imam at-Tirmidzi, bahwa kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya lima perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa digunakan, hartanya dari mana diperoleh, ke mana harta itu dibelanjakan, serta ilmunya sejauh mana diamalkan.

Andi menekankan bahwa umur manusia terbatas, rata-rata antara 60 hingga 70 tahun, sehingga setiap detik adalah kesempatan berharga untuk beramal saleh. Ia juga mengingatkan bahwa harta yang haram tidak akan membawa seseorang ke surga, serta ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah.

Menutup khutbahnya, Andi mengajak seluruh jamaah menjadikan lima pertanyaan tersebut sebagai standar muhasabah di akhir tahun. Ia berharap setiap upaya perbaikan diri yang dilakukan dapat menjadi bekal kebaikan, baik untuk kehidupan dunia di masa mendatang maupun untuk keselamatan di akhirat kelak.

Tinggalkan Balasan