Rabu, 16 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Hadapi Era Masyarakat 5.0, Hal Ini Perlu Dilakukan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah

Oleh ilham 2 Menit Min
Hadapi Era Masyarakat 5.0, Hal Ini Perlu Dilakukan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG— Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, mengungkapkan persiapan pendidikan Muhammadiyah menghadapi era Revolusi Industri 5.0. Dalam era ini, fokus utama adalah interaksi dan kolaborasi antara manusia dan mesin, dengan tujuan meningkatkan peran manusia dan optimalisasi kemampuan mereka di lingkungan industri. Irwan menekankan pentingnya transformasi kurikulum untuk menyesuaikan perkembangan zaman.

Pada acara Seminar Internasional: Development Educational Innovation in Muhammadiyah in Cultivating the Character of Generation Z in the Era of Society 5.0 di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Kamis (07/03).

Irwan menyatakan bahwa kurikulum harus memiliki sifat integratif, kompetitif, humanis, sosial, antisipatif, dan fleksibel. Implementasi kurikulum ini bertahap demi memberikan dorongan bagi perkembangan anak-anak Muhammadiyah.

Irwan menegaskan perlunya sebuah kurikulum yang mampu menjadi magnet bagi siswa, mendorong mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan diri ke depannya. Dia berbicara tentang kebutuhan untuk menyiapkan siswa Muhammadiyah agar dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain dan membuktikan kemajuan sekolah Muhammadiyah.

“Sehingga, ke depannya anak-anak kita bisa berkompetisi dengan sekolah-sekolah yang lain. Dan (setelah lulus) punya akhlak dan kepribadian yang mencerminkan lulusan sekolah Muhammadiyah,” jelas Irwan.

Dengan langkah-langkah ini, Muhammadiyah bertujuan menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah.

Dalam konteks yang sama, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Makassar ini menyoroti pentingnya memiliki produk khas untuk setiap sekolah Muhammadiyah di Indonesia. Ia menekankan perlunya menciptakan desain pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai produk unik yang memudahkan siswa dalam menempuh pendidikan.

“Jadi, sekolah-sekolah Muhammadiyah perlu punya brand (produk) sendiri yang tentunya berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain dan menjadi ciri khas dari sekolah masing-masing,” ungkapnya. Dengan memiliki produk unik ini, setiap sekolah Muhammadiyah dapat membedakan diri mereka dari institusi pendidikan lainnya dan membangun identitas yang kuat.

Poin ini menambah dimensi strategis dalam upaya Muhammadiyah untuk menyongsong era Revolusi Industri 5.0. Dengan memiliki kurikulum yang transformasional dan produk pendidikan yang inovatif, Muhammadiyah berusaha tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademis tetapi juga membangun citra sekolah yang berdaya saing dan memiliki keunggulan yang unik.

Tinggalkan Balasan