MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Persyarikatan Muhammadiyah menerima dua wakaf lewat Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berupa dua bidang tanah seluas 1.700 dan 190 meter persegi.
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal mengapresiasi kepada kedua wakif yang mempercayakan hartanya berupa lahan ke Persyarikatan Muhammadiyah.
Menurutnya, penyerahan sebagian harta untuk kepentingan dakwah merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan kejujuran, tanggung jawab, dan tata kelola profesional.
Wakaf tersebut bukan sekadar penambahan aset organisasi, melainkan bentuk kepercayaan umat kepada Muhammadiyah,ungkapnya dalam keterangan pers pada Rabu (26/8).
Wakif, Muhammad Arifin menjelaskan, wakaf yang dia salurkan ke Persyarikatan Muhammadiyah ini karena sejak kakek dan neneknya merupakan aktivis di Muhammadiyah, termasuk dirinya. “Saya memilih Muhammadiyah karena kakek, nenek, dan ayah saya dahulu merupakan kader Muhammadiyah. Saya juga sudah sekitar 40 tahun berada di Muhammadiyah sehingga saya percaya kepada Muhammadiyah,”jelasnya.
Dia berharap, di lahan wakafnya itu akan dibangun masjid yang diberi nama Ibrahim. Masjid itu diharapkan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat dakwah, aksi sosial, sekaligus pemberdayaan ekonomi.
Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Waluyo mengamini itu, sebab dalam pandangan Muhammadiyah, masjid tidak sebatas tempat ibadah, melainkan sebagai ekosistem pemberdayaan umat.
Di dalam ekosistem tersebut, kegiatan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat dapat dikembangkan secara terpadu dengan masjid sebagai pusat gerakannya.






