Selasa, 29 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Pelantikan Rektor UMB Jadi Momentum Perkuat Keunggulan PTMA

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Pelantikan Rektor UMB Jadi Momentum Perkuat Keunggulan PTMA

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BENGKULU – Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin menegaskan bahwa keunggulan dalam sektor akademik saja tidaklah menjadi hal yang cukup bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) masa jabatan 2026-2030, pada Selasa (7/7).

Melanjutkan pesannya, Muttaqin menyebut bahwa kampus Muhammadiyah-‘Aisyiyah dituntut tidak hanya unggul secara mutu, tetapi juga mampu menarik minat dan kepercayaan masyarakat.

“Seunggul apa pun kampus, kalau tidak diminati masyarakat, maka tidak akan berjalan. Karena itu, keunggulan harus ‘Laku’,” tegasnya.

Kemudian, Muttaqin dalam momentum ini turut mengajak civitas akademika untuk melakukan transformasi cara pandang. Ia menilai bahwa PTMA tidak boleh menjadi ‘Menara Gading’ yang jauh dari realitas sosial, melainkan harus mampu menjadi ‘menara air’ yang memberikan manfaat nyata.

Untuk mewujudkan hal itu, ia menekankan penguatan tiga pilar utama. Pertama, tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Kedua, penguatan reputasi akademik melalui internasionalisasi yang berdampak serta hilirisasi riset. Dan yang ketiga, menghadirkan dampak nyata (social impact) untuk masyarakat.

“Nilai AIK tidak boleh berhenti pada tataran normatif, tetapi harus tecermin dalam budaya kerja, profesionalitas, dan praktik keseharian di lingkungan kampus,” ujar Muttaqin.

“Kemudian, penting juga untuk hasil riset tidak hanya berhenti pada dokumen akademik semata namun perlu dikembangkan menjadi solusi yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam kesempatan pelantikan rektor ini, Muttaqin mengakhiri amanatnya dengan pesan bahwa kepemimpinan di PTMA merupakan sebuah amanah yang kolektif dan harus dijalankan dengan kolaboratif.

Ia juga menyampaikan kepada seluruh civitas akademika UM Bengkulu agar sejumlah target strategis, termasuk target jumlah mahasiswa yang mencapai 14.000 mahasiswa, penambahan guru, Internasionalisasi kampus, serta percepatan pembukaan Fakultas Kedokteran harus terus dijalankan.

“Pelantikan ini bukan hadiah, tetapi amanah besar. Kepemimpinan harus dijalankan bersama untuk mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan