Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Gandeng Ma’had Mohammed VI, Perkuat Kaderisasi Ulama Berwawasan Global

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Muhammadiyah Gandeng Ma’had Mohammed VI, Perkuat Kaderisasi Ulama Berwawasan Global

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan Islam melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah. Penandatanganan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Kesepakatan yang digelar Rabu (15/7), ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, bersama Direktur Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah, Syaikh Abderrachim Al Amine, sebagai bentuk pembaruan atas kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.

Dalam sambutannya, Syafiq menjelaskan bahwa Ma’had Mohammed VI merupakan institusi yang memiliki fokus pada pelestarian, pembelajaran, serta penelitian ilmu-ilmu Al-Qur’an dan qira’at (ragam bacaan Al-Qur’an). Namun demikian, ruang lingkup kajiannya tidak terbatas pada studi Al-Qur’an dalam pengertian yang sempit.

“Tentu studi tujuannya tidak hanya studi Quran dalam arti yang sempit, tetapi sangat luas meliputi berbagai macam cabang ilmu pengetahuan,” ujar Syafiq.

Syafiq menuturkan bahwa kerja sama ini bukanlah hal yang baru. Sejumlah program kolaboratif telah dijalankan pada periode sebelumnya, sehingga penandatanganan MoU kali ini menjadi momentum untuk memperbarui sekaligus memperluas ruang lingkup kemitraan.

“Mudah-mudahan kerja sama ini semakin membuka peluang dalam pengiriman mahasiswa kita untuk belajar di sana, sekaligus mengembangkan berbagai program akademik seperti seminar, konferensi, hingga penelitian bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syafiq menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional merupakan bagian dari agenda internasionalisasi Muhammadiyah. Dalam konteks tersebut, pengembangan pendidikan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman menjadi salah satu pilar penting yang terus diperkuat.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem pendidikan Al-Qur’an telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ribuan amal usaha Muhammadiyah, mulai dari sekolah, madrasah, perguruan tinggi, hingga masjid Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Muhammadiyah berharap dapat melahirkan lebih banyak ulama, akademisi, dan pendidik yang memiliki kompetensi keilmuan, wawasan global, serta mampu membimbing umat Islam Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

“Dengan demikian, kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Muhammadiyah akan terus berkomitmen mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus mencetak kader-kader yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tegas Syafiq.

Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan berbagai institusi pendidikan Islam di seluruh dunia. Melalui sinergi tersebut, Muhammadiyah berkomitmen semakin memperkuat kualitas pendidikan keislaman, mendorong lahirnya inovasi akademik, serta menyiapkan generasi ulama dan intelektual Muslim yang mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan